Share

Penuh Virus Berbahaya, Laptop Jadul Ini Terjual Rp18,7 M

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 01 Juni 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 18 2603619 penuh-virus-berbahaya-laptop-jadul-ini-terjual-rp18-7-m-5E93SgAk69.jpg The Persistence of Chaos karya Guo O Dong. (Foto: thepersistenceofchaos.com)

WASHINGTON – Sebuah laptop yang penuh berisi virus berbahaya terjual dengan harga fantastis USD1,3 juta atau sekira Rp18,7 miliar dalam sebuah acara lelang daring di New York.

Laptop itu ternyata adalah sebuah karya dari artis asal China, Guo O Dong yang diberi nama “The Persistence of Chaos”.

BACA JUGA: Nih! Daftar Virus Berbahaya dengan Nama Terunik

Guo adalah seorang seniman internet "yang karyanya mengkritik budaya modern yang sangat terhubung dengan jaringan", menurut keterangan dari pelelangan, yang diselenggarakan kelompok keamanan siber Deep Instinct itu.

Diwartakan AFP, secara fisik tidak ada yang istimewa dari laptop dengan layar 10 inci keluaran Samsung itu. Laptop lawas yang dirilis pada 2008 itu juga menggunakan sistem operasi jadul Windows XP.

Namun, memori laptop itu berisi virus-virus paling berbahaya bagi komputer: "I LOVE YOU" dari tahun 2000, “Sobig” dari 2003, “MyDoom” dari 2004, “DarkTequila” dari 2013, “BlackEnergy” dari 2015 dan malware terkenal “WannaCry” dari 2017.

BACA JUGA: Penakluk WannaCry Ditangkap, Salah Apa?

Guo mengatakan bahwa laptop itu adalah simbol kuat mengenai ancaman yang dapat ditimbulkan sebuah laptop ke seluruh dunia. Keenam trojan, worm, dan malware yang dimuat di dalam laptop tersebut telah menyebabkan kerugian setidaknya USD95 miliar di seluruh dunia.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Laptop itu ditampilkan dalam pelelangan melalui streaming video dalam kondisi yang tidak berbahaya, menyala, tetapi tidak terhubung ke jaringan atau internet. Benda itu juga disertai peringatan bagi pembelinya untuk tidak melepaskan program berbahaya di dalamnya.

Laman lelang menekankan bahwa karya seni ini hanya digunakan untuk penelitian. Setiap orang yang mengajukan penawaran menyetujui kontrak bahwa mereka "tidak memiliki niat untuk menyebarkan malware."

Namun, situs itu juga menyadari bahwa pembeli mungkin tidak memedulikan perjanjian tersebut.

Nama pembeli karya seni unik ini tidak diungkap ke publik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini