Pemilik kafe diminta membuat surat pernyataan dan imbauan tentang narkotika, asusila, dan tindak kejahatan lainnya. "Pihak kafe berjanji akan membuat sistem baru agar hal serupa tidak terjadi lagi, dengan memperketat akses masuk untuk pengunjung yang datang," katanya.
Surat izin usahanya juga tak sesuai pasca dicek oleh Sudin Pariwisata Jaksel, yang mana saat dilakukan scan barcode izinnya tak muncul di barcode. Maka itu, surat izin usaha harus diurus ulang sesuai prosedur yang berlaku oleh pihak pemilik kafe selama kafe itu disegel.
Penutupan sementara dilakukan juga untuk meredam amarah warga Kalibata yang resah dengan perbuatan terduga LGBT di kafe tersebut. Warga meminta pengelola kafe menjaga norma-norma kesusilaan di tempatnya itu, khususnya terkait LGBT.
5. Pemilik Kafe Merasa Dirugikan
Pemilik Kafe Wow, Andri Laksono merasa dirugikan dengan perbuatan oknum yang menimbulkan stigma seolah kafenya sebagai tempat kumpulnya komunitas LGBT.
"Pastinya saya sangat kecewa dengan beberapa oknum yang memanfaatkan Kafe Wow ini dijadikan seperti itu. Saya juga merasa sangat dirugikan," ujar Andri, Selasa 7 Juni 2022.