Share

PBB Peringatkan Dampak Perang Rusia-Ukraina Semakin Memburuk, 1,6 Miliar Orang Akan Terpengaruh

Susi Susanti, Okezone · Kamis 09 Juni 2022 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 18 2608648 pbb-peringatkan-dampak-perang-rusia-ukraina-semakin-memburuk-1-6-miliar-orang-akan-terpengaruh-CO9Kniakit.jpg Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: AFP)

NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengatakan pada Rabu (8/6/2022) bahwa konsekuensi bagi dunia akibat invasi Rusia ke Ukraina akan semakin memburuk, dengan 1,6 miliar orang kemungkinan akan terpengaruh.

"Dampak perang terhadap ketahanan pangan, energi dan keuangan bersifat sistemik, parah, dan semakin cepat," terangnya saat mempresentasikan laporan kedua PBB tentang dampak konflik.

Dia menambahkan bahwa "bagi orang-orang di seluruh dunia, perang mengancam untuk melepaskan gelombang kelaparan dan kemelaratan yang belum pernah terjadi sebelumnya, meninggalkan kekacauan sosial dan ekonomi di belakangnya.

Guterres mengatakan bahwa sementara krisis pangan tahun ini adalah "tentang kurangnya akses", tahun depan "bisa karena kekurangan makanan".

Baca juga: Tidak Ingin Membunuh dan Dibunuh, Banyak Tentara Rusia Menolak Kembali ke Medan Perang Ukraina

"Hanya ada satu cara untuk menghentikan badai berkumpul ini: Invasi Rusia ke Ukraina harus diakhiri," ujarnya dalam pidatonya.

Baca juga: Putin Semakin Terpukul, Ini 6 Jenderal Rusia yang Tewas di Perang Ukraina

Kepala badan dunia itu mengatakan dia telah meminta rekan-rekannya untuk membantu menemukan "kesepakatan paket yang memungkinkan ekspor makanan yang diproduksi Ukraina secara aman dan terjamin melalui Laut Hitam, dan akses tanpa hambatan ke pasar global untuk makanan dan pupuk Rusia".

"Kesepakatan ini penting bagi ratusan juta orang di negara berkembang, termasuk di Afrika sub-Sahara," lanjutnya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Laporan PBB, yang dipimpin diplomat Rebeca Grynspan, mengatakan bahwa diperkirakan 94 negara, rumah bagi sekitar 1,6 miliar orang, "sangat terkena setidaknya satu dimensi krisis dan tidak mampu mengatasinya".

"Dari 1,6 miliar, 1,2 miliar atau tiga perempat tinggal di negara-negara 'badai sempurna' yang sangat terpapar dan rentan terhadap ketiga dimensi keuangan, makanan, dan energi, secara bersamaan," terang laporan itu.

Laporan itu mengatakan bahwa perang dapat meningkatkan jumlah orang yang rawan pangan sebesar 47 juta orang pada tahun 2022, sehingga menjadi 323 juta pada akhir tahun.

Dokumen itu menambahkan diperkirakan hingga 58 juta lebih banyak orang Afrika mungkin akan jatuh ke dalam kemiskinan tahun ini.

Menurut laporan itu, kemiskinan ekstrem di Timur Tengah dan Afrika Utara dapat meningkat 2,8 juta orang pada 2022. Sedangkan di Asia Selatan sebanyak 500 juta orang berisiko.

"Upaya nyata harus dilakukan untuk memastikan pasokan penting makanan dan energi mencapai yang paling rentan," ungkap laporan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini