Share

Tuduhan Serangan Rudal Rusia Tidak Terbukti saat Persidangan Malaysia Airlines MH17 Selesai

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 10 Juni 2022 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 18 2609386 tuduhan-serangan-rudal-rusia-tidak-terbukti-saat-persidangan-malaysia-airlines-mh17-selesai-XA6aAoRPC8.jpg Maskapai Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh saat penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur (Foto: AFP)

DEN HAAG - Pengacara Belanda untuk tersangka yang dituduh menjatuhkan rudal buatan Rusia ke penerbangan Malaysia Airlines MH17 mengatakan jaksa gagal membuktikan tuduhan itu saat mereka menyelesaikan kasus mereka di persidangan pada Kamis (9/6/2022).

Diketahui, jet penumpang ditembak jatuh saat terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014 menewaskan 298 orang di dalamnya, saat pasukan Kyiv memerangi separatis pro-Rusia di timur Ukraina yang dilanda perang.

Pengadilan Kriminal Internasional terhadap empat orang, yang dimulai pada Maret 2020, memiliki makna baru sejak invasi Rusia akhir Februari terhadap tetangganya, ketika banyak kejahatan perang baru dituduhkan.

Baca juga: Australia Gugat Rusia Atas Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines di Ukraina

"Untuk menyimpulkan, penuntut gagal membuktikan dari percakapan (ponsel) yang disadap, gambar dan pernyataan saksi bahwa ini adalah rudal yang menjatuhkan MH17," kata Sabine ten Doesschate, yang mewakili tersangka Oleg Pulatov.

Baca juga: Ini Hasil Investigasi Soal Ditembak Jatuhnya Malaysia Airlines MH17 : Okezone News

"Dan bahkan jika rudal diluncurkan, tidak dapat dibuktikan secara meyakinkan bahwa ini adalah rudal yang menabrak MH17,” lanjutnya.

"Menceritakan kisah itu kepada mereka lebih penting daripada menemukan bukti yang meyakinkan," lanjutnya dalam sidang, yang diadakan di gedung pengadilan dekat bandara Schiphol tempat penerbangan MH17 lepas landas.

“Misalnya, tidak dapat dibuktikan bahwa jejak asap - yang menurut jaksa terlihat sesaat setelah rudal ditembakkan - ternyata milik rudal BUK,” ujarnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Hakim tidak bisa sampai pada "kesimpulan lain selain pembebasan" untuk kliennya,” ungkapnya.

Pengacara pembela mengatakan mereka akan membahas "skenario alternatif" untuk jatuhnya MH17 pada Jumat (10/6/2022), setelah itu para hakim akan pensiun untuk berunding.

Pengadilan mengatakan putusan tidak akan dibuat sampai November 2022 paling cepat.

Sidang digelar saat pertempuran berlanjut di Ukraina timur dan kepala jaksa Pengadilan Kriminal Internasional menyebut seluruh negara itu sebagai "tempat kejadian kejahatan" menyusul invasi Rusia.

Sebelumnya, jaksa pada Desember tahun lalu menyerukan hukuman seumur hidup untuk empat orang yang diduga terlibat. Yakni warga negara Rusia Pulatov, Igor Girkin dan Sergei Dubinsky serta warga negara Ukraina Leonid Kharchenko.

Hanya Pulatov yang memiliki perwakilan hukum dan tidak ada pria yang muncul di pengadilan. Pengacara Pulatov mengatakan kepada hakim bahwa ada "lubang" dalam kasus penuntutan karena mereka terlalu fokus hanya untuk membuktikan separatis menggunakan rudal BUK yang dipasok Rusia. Keempat pria itu membantah terlibat dalam jatuhnya pesawat itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini