Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kakek 88 Tahun Mengidap Alzheimer Mengaku Bunuh Cucunya, Tidak Ingat dengan Kejadian Itu

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 13 Juni 2022 |13:48 WIB
Kakek 88 Tahun Mengidap Alzheimer Mengaku Bunuh Cucunya, Tidak Ingat dengan Kejadian Itu
Kakek mengidap Alzheimer membunuh cucunya (Foto: American Post)
A
A
A

Diketahui, Jepang memiliki salah satu populasi lansia terbesar di dunia. Lebih dari 20% penduduknya berusia di atas 65 tahun, menurut catatan pemerintah, dan jumlah centenarian Jepang meningkat.

Demensia sebagian besar berdampak pada orang tua dan diyakini ada lebih dari 4,6 juta orang di Jepang yang hidup dengan kondisi tersebut. Para ahli mengatakan jumlahnya akan meningkat secara signifikan karena negara itu terus menua dengan cepat.

Kejahatan kekerasan yang dilakukan oleh pasien demensia Jepang jarang terjadi tetapi kasus yang mirip dengan kasus Tomizawa pada terjadi pada 2014 ketika seorang pria 72 tahun dengan demensia mencekik seorang wanita 82 tahun sampai mati di rumah sakit. Dia menerima pengurangan hukuman penjara tiga tahun karena kondisinya.

“Penjara di Jepang penuh dengan narapidana lanjut usia yang menderita demensia,” kata Koichi Hamai, pakar peradilan pidana dan profesor hukum di Universitas Ryukoku di Kyoto.

"Jumlah tahanan lanjut usia meningkat dan kami harus mengambil berbagai langkah untuk [mengatasinya],” lanjutnya.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement