Selain itu, jatah makanan berupa makanan, uang tunai atau voucher akan diberikan kepada satu juta orang lainnya.
Negara kepulauan Asia Selatan telah mengalami kekurangan makanan, bahan bakar, obat-obatan dan barang-barang penting lainnya, dalam krisis yang dipicu oleh berkurangnya cadangan mata uang asing dan salah urus pemerintah.
Dengan semakin memburuknya kelangkaan bahan bakar, pemerintah mengumumkan hari libur tambahan dan memerintahkan semua sekolah tutup pada hari Jumat untuk menghemat bensin dan solar.
Sri Lanka gagal membayar utang luar negerinya sebesar USD51 miliar (Rp755 triliun) pada April lalu, dan sedang dalam pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meminta dana talangan.
Protes berbulan-bulan, yang berubah menjadi protes mematikan pada Mei lalu dengan sedikitnya sembilan orang tewas, telah meminta Presiden Gotabaya Rajapaksa untuk mengundurkan diri.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.