Share

Serangan Rudal Rusia Hantam Mal saat Pertemuan G7 Digelar, 18 Orang Meninggal

Susi Susanti, Okezone · Selasa 28 Juni 2022 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 18 2619537 serangan-rudal-rusia-hantam-mal-saat-pertemuan-g7-digelar-18-orang-meninggal-Jh80rSY36r.JPG Serangan rudal Rusia hantam mal saat pertemuan G7 digelar (Foto: BBC)

UKRAINA - Sedikitnya 18 orang meninggal dalam serangan rudal di sebuah pusat perbelanjaan di kota Kremenchuk, Ukraina.

Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan bangunan itu dilalap api dan asap hitam tebal mengepul ke langit.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan sekitar 1.000 warga sipil diperkirakan berada di dalam mal yang ramai pada saat serangan terjadi sekitar pukul 15:50 (12:50 GMT).

Zelensky menggambarkan serangan itu sebagai salah satu "aksi teroris paling berani dalam sejarah Eropa".

Baca juga: 14 Serangan Rudal Rusia Hantam Ukraina saat Pertemuan G7 Digelar

Dia mengatakan mal itu tidak memiliki nilai strategis bagi Rusia, dan tidak menimbulkan bahaya bagi pasukannya - "hanya upaya orang untuk menjalani kehidupan normal, yang membuat marah para penjajah".

Baca juga: Jadi Target Pengeboman Rutin Rusia, Warga Kota Kharkiv Selalu Ketakutan

"Hanya teroris yang benar-benar gila, yang seharusnya tidak memiliki tempat di bumi, yang dapat menyerang rudal ke objek seperti itu," terangnya.

Gubernur lokal Dmytro Lunin menggambarkan serangan itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, menulis di Telegram bahwa itu adalah "tindakan teror yang jelas dan sinis terhadap penduduk sipil".

Pihak berwenang mengatakan 440 orang dari layanan darurat bekerja di lokasi, termasuk 14 psikolog yang dibawa untuk mendukung mereka yang terkena dampak.

Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan cangkang bangunan yang menghitam dan hangus dengan atap ambruk.

Dalam satu video yang diambil tak lama setelah serangan, seorang pria terdengar berteriak.

"Apakah ada yang hidup... ada yang hidup?" ujarnya.

Tak berapa lama kemudian ambulans tiba untuk membawa yang terluka ke rumah sakit.

Tetapi masih ada orang yang hilang, dan saat malam tiba, anggota keluarga berkumpul di sebuah hotel di seberang jalan, di mana kru penyelamat telah mendirikan pangkalan untuk menunggu berita apa pun. Kantor berita Reuters melaporkan lampu dan generator telah dibawa ke lokasi sehingga kru dapat melanjutkan pencarian semalaman.

Kota Kremenchuk di timur tengah terletak sekitar 130 km (81 mil) dari wilayah kendali Rusia.

Komando Angkatan Udara Ukraina mengatakan pusat perbelanjaan itu dihantam oleh rudal Kh-22 yang diluncurkan dari pembom jarak jauh Tu-22M3 - namun BBC tidak dapat memverifikasi ini.

"Pusat itu baru saja dihancurkan. Sebelum kami melakukan serangan di pinggiran kota, kali ini, ini adalah pusat kota," kata seorang saksi mata, Vadym Yudenko kepada BBC.

"Saya kehabisan kata-kata," lanjutnya.

"Saya tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi di kota saya," tambahnya.

Rusia disalahkan atas serangan itu, yang juga melukai sedikitnya 59 orang, dan ada kekhawatiran jumlah korban tewas akan terus meningkat.

Kremlin belum menanggapi serangan itu, dan selalu membantah menargetkan warga sipil.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini