Share

Hadapi Ancaman Rusia, NATO Siapkan Pasukan Reaksi Cepat dari 40.000 Tentara Jadi 300.000 Prajurit

Susi Susanti, Okezone · Selasa 28 Juni 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 18 2619641 hadapi-ancaman-rusia-nato-siapkan-pasukan-reaksi-cepat-dari-40-000-tentara-jadi-300-000-prajurit-7GL3FKN4nS.jpg NATO persiapkan jumlah tentara besar-besaran menghadapi Rusia (Foto: AP)

JERMAN - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah mengumumkan rencana untuk secara besar-besaran meningkatkan jumlah pasukannya dengan kesiapan tinggi menjadi lebih dari 300.000 tentara.

Pasukan reaksi cepat blok tersebut saat ini memiliki 40.000 tentara, dengan banyak dari mereka yang berbasis di sepanjang sisi timur aliansi.

Pasukan reaksi cepat NATO adalah kombinasi aset darat, laut dan udara yang dirancang untuk dikerahkan dengan cepat jika terjadi serangan. Ukurannya terus bertambah dari 13.000 tentara menjadi 40.000 sejak 2014.

Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg mengatakan peningkatan itu mengikuti ancaman langsung dari Rusia terhadap keamanan Eropa.

Baca juga: NATO Diperkirakan Akan Putuskan Penempatan Tentara Secara Besar-besaran Lawan Rusia sejak Perang Dingin

Dia sebelumnya mengatakan bahwa "cetak biru militer baru" akan "secara drastis meningkatkan" pertahanan timur blok itu.

Baca juga:  Negara Baltik Tuntut Kehadiran NATO Secara Besar-besaran, Siap Kerahkan 20.000 Tentara

Stoltenberg mengatakan beberapa kelompok tempur NATO di Eropa timur akan diperkuat ke "tingkat brigade" - unit taktis beberapa ribu tentara - yang menurut pemimpin sipil blok itu dimaksudkan untuk mengirim pesan pencegahan yang jelas ke Rusia.

"Saya yakin bahwa Moskow, Presiden Putin, memahami jaminan keamanan kolektif kami, memahami konsekuensi dari menyerang negara sekutu NATO," kata Stoltenberg kepada wartawan pada konferensi pers di Brussels.

"Ini akan memicu tanggapan dari seluruh Aliansi. Dan untuk mendukung pesan itu, kami meningkatkan kehadiran NATO,” lanjutnya.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, banyak dari pasukan ini ditempatkan pada "kesiapan tinggi" untuk pertama kalinya. Kelompok pertempuran multinasional sekarang aktif di sejumlah negara di perbatasan Rusia, termasuk Latvia, Estonia, Lituania dan Polandia.

Ada rencana tambahan untuk mengerahkan lebih banyak kelompok tempur di Bulgaria, Hongaria, Rumania, dan Slovakia.

Langkah yang diumumkan Stoltenberg diharapkan akan disetujui pada KTT NATO minggu ini di Madrid, yang akan mengikuti pertemuan G7 demokrasi industri yang saat ini berlangsung di Jerman.

Anggota juga diharapkan mengubah sikap resmi aliansi terhadap Rusia, yang diadopsi pada 2010 dan menggambarkan Moskow sebagai "mitra strategis".

"Itu tidak akan terjadi dalam konsep strategis yang akan kami setujui di Madrid," terangnya kepada wartawan.

"Saya berharap sekutu akan menyatakan dengan jelas bahwa Rusia menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan kami, nilai-nilai kami, terhadap tatanan internasional berbasis aturan,” lanjutnya.

Para pejabat AS juga telah menjelaskan bahwa bahasa baru yang "kuat" akan diadopsi ke China.

Baik AS dan Inggris dilaporkan telah mendorong sikap yang lebih kuat untuk memerangi apa yang mereka lihat sebagai peningkatan ancaman serangan terhadap pulau demokratis Taiwan oleh Beijing.

Tetapi para diplomat NATO mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Prancis dan Jerman lebih suka mengadopsi langkah-langkah yang lebih terkendali untuk mengatasi China.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini