Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rusia dan Ukraina Gelar Pertukaran Tahanan Perang Terbesar

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 30 Juni 2022 |14:33 WIB
Rusia dan Ukraina Gelar Pertukaran Tahanan Perang Terbesar
Foto: Kepala Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina.
A
A
A

MOSKOW - Rusia dan Ukraina mengadakan pertukaran tawanan perang pada Rabu (29/6/2022). Pertukaran terbaru ini telah menjadi pertukaran terbesar sejak awal konflik yang sedang berlangsung, dengan masing-masing pihak menyerahkan 144 tahanan.

Dinas intelijen militer Ukraina adalah yang pertama mengumumkan pertukaran tersebut, merilis foto-foto dari pertukaran.

BACA JUGA: 160 Mayat Pejuang Ukraina yang Tewas di Mariupol Tiba di Kiev

Menurut intelijen militer Ukraina, tahanan yang ditukar termasuk 43 pejuang anggota resimen Azov yang menyerah di pabrik baja Azovstal, Mariupol dan menjadi tahanan Rusia. Sementara Moskow tetap diam, dengan berita mengenai pertukaran itu dikonfirmasi oleh kepala Republik Rakyat Donetsk (DPR), Denis Pushilin.

“Hari ini, 144 pejuang Republik Rakyat Donetsk dan Federasi Rusia, ditangkap oleh musuh, kami akan kembali ke rumah,” tulis Pushilin dalam sebuah posting media sosial sebagaimana dilansir RT.

“Kami memberi Kiev jumlah tahanan yang sama dari angkatan bersenjata Ukraina, yang sebagian besar terluka. Beberapa dari mereka adalah prajurit batalyon nasionalis, kondisinya mengenaskan: luka-lukanya parah, dengan amputasi anggota badan dan komplikasi lainnya,” tambahnya.

BACA JUGA: Rusia dan Ukraina Bertukar Tahanan

Baik Rusia dan Ukraina mengklaim telah menangkap sejumlah tentara satu sama lain sejak Moskow meluncurkan kampanye militernya di negara tetangga pada akhir Februari. Awal Juni, Moskow mengatakan telah menahan hampir 6.500 pejuang Ukraina. Pejabat Ukraina sebelumnya melaporkan bahwa 11 putaran pertukaran telah terjadi, dengan lusinan tahanan ditukar.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina.

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement