Share

21 Remaja Ditemukan Tewas di Kedai Minum, Penyebab Kematian Diduga Keracunan Gas

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 18 2621375 21-remaja-ditemukan-tewas-di-kedai-minum-penyebab-kematian-diduga-keracunan-gas-0zz3bYaYLO.jpg Petugas forensik membawa mayat remaja yang tewas di sebuah kedai minum di East London, Afrika Selatan, 26 Juni 2022. (Foto: Reuters)

JOHANNESBURG - Dua puluh satu anak muda yang ditemukan tewas di sebuah kedai minum di pantai timur Afrika Selatan selama akhir pekan mungkin meninggal karena keracunan dari kebocoran gas, kata sumber yang dekat dengan penyelidikan itu, Rabu (29/6/2022).

Kematian para pemuda di tempat hiburan malam populer di luar East London itu menimbulkan kesedihan yang mendalam di komunitas miskin kota. Sementara beberapa kerabat korban telah menyatakan kemarahannya karena seruan selama berminggu-minggu untuk menutup kedai itu tidak diindahkan.

BACA JUGA: 17 Orang Ditemukan Meninggal di Klub Malam, Mayat-Mayat Berserakan di Meja hingga Lantai

Semua korban yang tewas adalah remaja, yang termuda adalah gadis berusia 13 tahun. Ada juga beberapa yang selamat, beberapa di antaranya dibawa ke rumah sakit, dan lainnya tidak terluka.

Seorang juru bicara tim forensik menolak untuk mengomentari setiap aspek penyelidikan sampai laporan akhir keluar.

Pemerintah provinsi Eastern Cape mengatakan dalam sebuah pernyataan "otopsi telah dilakukan pada 21 orang muda yang meninggal dan sampel telah dikirim ke laboratorium... untuk penyelidikan."

Kepolisian nasional cabang Eastern Cape mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "masih melanjutkan penyelidikan atas kematian 21 anak di Enyobeni Tavern," dan bahwa laporan resmi akan tersedia untuk anggota keluarga dan masyarakat "di waktu yang tepat."

BACA JUGA: Setidaknya 22 Remaja Ditemukan Tewas di Kedai Minum, Penyebab Kematian Masih Misterius

Penyelidik telah menyisir tempat kejadian untuk mencari petunjuk tentang bagaimana tepatnya para pemuda itu meninggal. Pihak berwenang sebelumnya mengesampingkan penyerbuan, dengan mengatakan mereka mungkin secara tidak sengaja diracuni oleh sesuatu yang mereka makan, minum atau hisap.

Namun, sumber tersebut, yang menolak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media, mengatakan kepada Reuters bahwa para penyelidik saat ini sedang mengerjakan teori bahwa para pemuda diracuni oleh gas di sebuah ruangan di lantai dasar yang berventilasi buruk.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dia mengatakan pengujian sedang dilakukan untuk menentukan apakah kematian itu dari keracunan karbon monoksida, mungkin dari pembakaran gas propana atau produk minyak bumi lainnya di dalam kedai tersebut.

Ada bau kimia aneh yang keluar dari tubuh ketika mereka dibedah, kata sumber itu, tetapi tidak jelas bahan kimia apa itu. Polisi memeriksa semua peralatan di tempat itu, tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.

Departemen kesehatan Eastern Cape dikutip di media lokal pada Selasa (28/6/2022) mengatakan beberapa korban yang dirawat di rumah sakit mengeluhkan gejala seperti nyeri dada dan sakit punggung.

Stasiun TV menunjukkan beberapa penduduk yang marah di lingkungan Scenery Park di mana kematian terjadi memprotes di luar kedai, yang izinnya dicabut pada Senin (27/6/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini