Tetapi mereka memandang Lumumba sebagai penghalang bagi upayanya untuk mempertahankan pengaruh serta mempertahankan kepentingan ekonomi yang penting.
Dalam pidatonya yang terkenal pada hari kemerdekaan tahun 1960, di depan pejabat Belgia termasuk Raja Baudouin, Lumumba, 34, mengecam Belgia dengan mengatakan bahwa orang Kongo telah ditahan dalam "perbudakan yang memalukan".
Orang Belgia tercengang karena orang Afrika kulit hitam tidak pernah berani berbicara seperti ini di depan orang Eropa.
Lumumba digulingkan sebagai perdana menteri lebih dari dua bulan kemudian. Kemudian pada Januari 1961, dengan dukungan diam-diam dari Belgia, dia ditembak oleh regu tembak, bersama dengan dua sekutu.
Kekuatan Barat lainnya juga curiga padanya, takut bahwa dia bersimpati kepada Uni Soviet selama Perang Dingin dan beberapa, termasuk Amerika Serikat (AS), berencana untuk membunuhnya.
Seorang polisi Belgia, Gerard Soete, diberi tugas untuk menyingkirkan barang bukti. Selama proses itulah dia mengantongi gigi itu dan membawanya kembali ke Belgia.
Beberapa dekade kemudian dia mengungkapkan bahwa dia masih memiliki gigi itu dan hanya dua tahun yang lalu pengadilan Belgia memutuskan bahwa itu harus dikembalikan ke keluarga.
Pandemi Covid menunda proses tetapi minggu lalu sudah diserahkan di Brussel.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.