Share

Pelaku Penembakan terhadap Pendeta di Deliserdang Ditangkap

M Andi Yusri, Koran SI · Sabtu 02 Juli 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 608 2622392 pelaku-penembakan-terhadap-pendeta-di-deliserdang-ditangkap-YGuJUiHEHv.jpg Kapolresta Deliserdang Kombes Irsan Sinuhaji saat memaparkan pelaku penembakan terhadap pendeta. (MNC Portal/Andi Yusri)

DELISERDANG - Pelaku penembakan terhadap Fernando Tambunan, pendeta GSJA warga Perumahan Viktory Land Dusun III, Desa Jaharun A, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, ditangkap Petugas Satreskrim Polresta Deliserdang.

Dari informasi yang dihimpun, pria berinisial ZB, warga Desa Jaharun A, Kecamatan Galang ditangkap saat sedang berada di bengkel sepeda motor, Jumat (1/7/2022) siang. Tanpa perlawanan, pelaku diboyong petugas ke Mapolresta Deliserdang.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Irsan Sinuhaji, membenarkan penangkapan pelaku penembakan terhadap pendeta itu.

"Iya, saat ini masih melakukan pengembangan. Nanti dirilis," katanya kepada wartawan, Sabtu (2/7/2022).

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin (27/6/2022) sekira pukul 21.00 WIB. Fernando Tambunan, Pendeta GSJA terkena peluru saat dirinya sedang berada depan teras rumah bersama istrinya. Korban tiba-tiba merasakan sakit di bagian dada dan melihat darah keluar dari bagian dada yang sakit tersebut.

Selanjutnya, korban bersama istrinya langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, karena lukanya yang cukup parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amri Tambunan.

Diketahui korban mengalami luka tembak diduga berasal dari senjata jenis senapan angin.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Polisi yang mendapat informasi tersebut selanjutnya melakukan penyidikan dan olah TKP di sekitar rumah korban. Termasuk menyelidiki dugaan lokasi pelaku melakukan aksi penembakan dari atas bukit kecil kebun kelapa sawit dan semak belukar yang berjarak lebih kurang 15 meter dari rumah korban.

"Kondisi korban sudah mulai membaik, meski pihak RSUD Amri Tambunan sempat dua hari belum mengeluarkan peluru senapan yang bersarang di dada korban karena dianggap tidak membahayakan nyawa korban," ucapnya.

Saat ini, berdasarkan informasi, korban sudah dibawa ke RS Adam Malik Medan guna operasi pengeluaran peluru di dadanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini