Share

50 Sapi Mati karena PMK, Pemkab Cianjur Siapkan 4.700 Vaksin

Ricky Susan, Koran SI · Selasa 05 Juli 2022 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 525 2624016 50-sapi-mati-karena-pmk-pemkab-cianjur-siapkan-4-700-vaksin-1OUVCAIu0o.jpg Pemkab Cianjur menyiapkan 4.700 vaksin untuk menekan penyebaran PMK. (MNC Portal/Ricky Susan)

CIANJUR - Puluhan ekor sapi milik sejumlah peternak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) dalam beberapa waktu terakhir.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, sebanyak 50 ekor sapi yang mati akibat PMK tersebar di sejumlah peternakan.

"Untuk mengantisipasi terus menyebarnya PMK, kita telah menerima bantuan vaksin PMK sebanyak 4.700 vaksin dari pemerintah pusat yang telah didistribusikan ke para peternak. Tercatat sebanyak 50 ekor sapi di Cianjur mati karena PMK," kata Herman, kepada wartawan.

Herman meminta warga tetap tenang dan tidak panik dengan merebaknya kasus PMK, terutama menjelang Idul Adha 2022.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya melakukan antisipasi dan penanganan kasus PMK agar tidak terus meluas.

"Pengajuan bantuan vaksin PMK kembali kita lakukan, penanganannya cukup baik ini juga tak lepas dari peran aktif para pemilik ternak," ujarnya.

Sementara itu, sebanyak lima ekor sapi program ketahanan pangan milik Pemerintahan Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang juga mati akibat PMK. Akibatnya, pemerintah desa setempat mengalami kerugian hingga Rp 100 juta.

Sekretaris Desa Ciranjang, Irfan Ubaedillah mengatakan dari sebanyak 16 ekor sapi program ketahanan pangan, lima ekor di antaranya mati karena PMK.

Kematian sapi akibat PMK, kata Irfan, dipastikan oleh tim dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Kabupaten Cianjur setelah melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel dari sapi tersebut.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Lima ekor di antaranya mati karena PMK, saat ini sapi bantuan program ketahanan yang dikelola pemerintah desa sisanya 11 ekor. Kerugian akibat matinya lima ekor sapi ini diperkirakan mencapai Rp 100 juta," kata Irfan.

Irfan mengungkapkan, pemerintah desa menggelontorkan anggaran sebesar Rp 320 juta untuk pembelian sebanyak 16 ekor sapi dalam program ketahanan pangan warga.

"Kita telah melaporkan kejadian matinya lima ekor sapi ini ke pihak kabupaten. Sementara untuk sisa belasan ekor sapi lainnya masih dalam proses pengawasan dari dinas terkait," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini