Share

Viral! Anak Sopir Angkot di Bandung Lulus Jadi Polisi dengan Nilai Tertinggi

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 08 Juli 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 525 2626003 viral-anak-sopir-angkot-di-bandung-lulus-jadi-polisi-dengan-nilai-tertinggi-AlbBXKJdJl.jpg Momen haru saat Andi Sonjaya bersama sang ayah yang tengah memberikan sambutan dalam penutupan pendidikan Bintara Polri

BANDUNG - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ayah bangga sekaligus haru melihat anak lelakinya lulus menjadi anggota polisi, viral di media sosial (medsos).

Dalam video terlihat, sang ayah tampak mengenakan jas abu-abu gelap dipadu kemeja kotak-kotak dan kopiah hitam. Sementara sang anak terlihat berdiri tegak di sampingnya sambil memegang buket bunga.

 BACA JUGA:Curi Emas 5 Kg, 3 Pembobol Rumah Kosong di Grogol Petamburan Ditangkap

Momen tersebut terekam saat penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Gelombang I Sekolah Pendidikan Negara (SPN) Polda Jawa Barat di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis (7/7/2022).

Diketahui, anak tersebut bernama Andi Sonjaya, pria kelahiran Bandung 14 Agustus 2001 asal Jalan Emong, Kelurahan Burangrang, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Istimewanya, Andi merupakan anak sopir angkutan umum (angkot) yang lulus dalam Diktukba Polri Gelombang I Tahun 2022 SPN Polda Jabar dengan nilai tertinggi.

"Mohon maaf pak, ini bicara kami ya mungkin campur aduk. Karena maklum pak, kami ini orang tua Andi sopir angkot jurusan Elang-Cadas (Cicadas). Kami ini merasa bangga sekali ternyata anak sopir angkot bisa jadi polisi. Bisa alhamdulillah," tutur sang ayah saat memberikan sambutan sambil memeluk anaknya Andi yang masih berdiri tegap di sebelah kiri.

 BACA JUGA:Mantan PM Jepang Shinzo Abe Alami Luka Tembak Serius, Pelaku Diduga Mantan Anggota Militer

Sementara itu, dalam sambutannya, Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana berpesan kepada para polisi muda yang resmi menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) itu agar mereka menjadi polisi humanis dan menghormati hak asasi manusia (HAM).

Kapolda Jabar mengatakan, pendidikan dan pelatihan pembentukan Bintara dan Tamtama Polri gelombang I tahun anggaran 2022 diselenggarakan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Pusat Pendidikan Brigade Mobil (Pusdik Brimob), Pusat Pendidikan Polisi Air (Pusdik Polair) Lemdiklat Polri, dan 29 SPN polda.

"Jumlah siswa Diktukba Polri Reguler Tahun 2022 di SPN Polda Jabar berjumlah 569 orang," katanya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menurutnya, dengan berakhirnya program pendidikan pembentukan ini, maka Polda Jabar telah menghasilkan 12.240 personel Polri, terdiri atas 11.936 Polisi laki- laki dan 304 Polisi wanita.

"Jumlah tersebut terbagi ke dalam 9.997 Bintara Polri tugas umum, 497 Bintara Brimob, 1.606 Tamtama Brimob, dan 140 Tamtama Polair," sebutnya.

Dengan penambahan personel Polri ini, Kapolda Jabar pun berharap, kinerja dan kemampuan Polri ke depan semakin meningkatkan dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam menjaga dan memelihara keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menegakkan hukum, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

 BACA JUGA:Terima Bantuan Hewan Kurban, Presiden Masjid Raudhatul Jannah: Semoga MNC Peduli Makin Berkah

"Saat ini adalah era demokratisasi. Alam demos dan cratos di mana kekuasaan di tangan rakyat dan rakyat, adalah pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini. Untuk itu Polri bukan sekadar dituntut mendapatkan kepercayaan dari rakyat (public trust), tetapi lebih dari itu, tingkat kepercayaan rakyat harus tinggi kepada polisi (public confidence)," kata Kapolda Jabar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo menambahkan, Andi merupakan salah satu bukti bahwa siapa saja memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke dalam institusi Polri.

"Ini menunjukkan bahwa kami melakukan recruitment atau seleksi itu dengan cara yang objektif, jadi siapapun punya peluang untuk masuk. Ini salah satunya (anak sopir angkot)," tegas Ibrahim, Jumat (8/7/2022).

 BACA JUGA:Momen saat Shin Tae-yong Minta Rekomendasi Striker Bagus ke Wartawan, Usai Lini Serang Timnas Indonesia U-19 Tumpul Lawan Thailand

Ibrahim pun mengklaim bahwa proses seleksi dilakukan secara bersih dan transparan.

"Mekanisme ini memang tanpa menggunakan uang, betul-betul bersih dan transparans," kata Ibrahim.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini