Share

Shinzo Abe Meninggal, Dunia Internasional Berduka

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 09 Juli 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 09 18 2626521 shinzo-abe-meninggal-dunia-internasional-berduka-QiwCdWDBik.jpg Mantan PM Jepang Shinzo Abe dan mantan Presiden AS Barack Obama (Foto: UPI)

JEPANG – Wafatnya mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe meninggalkan kesedihan dan duka mendalam bagi banyak pemimpin dunia. Diketahui, Abe meninggal usia ditembak sebanyak dua kali oleh pria tak dikenal pada Jumat (8/7/2022). Saat kejadian, Abe sedang memberikan pidato terkait kampanye menjelang pemilihan yang akan digelar pada Minggu (10/7/2022).

Abe segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dan dinyatakan henti jantung. Tak berapa lama kemudian, Abe dinyatakan meninggal dunia.

Usai kabar Abe meninggal, para pemimpin negara di dunia pun berduyun-duyun mengucapkan duka cita mendalam kehilangan sosok Abe.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden langsung menelepon PM Fumio Kishida untuk mengungkapkan "kemarahan, kesedihan, dan belasungkawa yang mendalam" atas penembakan Abe. Dia mengatakan pembunuhan itu adalah "tragedi bagi Jepang dan semua orang yang mengenalnya [Abe]".

Baca juga: Penembakan Shinzo Abe, Polisi: Pelaku Punya Dendam ke Organisasi Tertentu

Biden mengatakan dia "terkejut, marah, dan sangat sedih" dengan kematian Abe.

"Bahkan pada saat dia diserang, dia terlibat dalam kerja demokrasi," terangnya.

Biden memerintahkan bendera AS dikibarkan setengah tiang selama akhir pekan.

Baca juga: Polisi Temukan Bahan Peledak di Rumah Tersangka Penembak Shinzo Abe


Pendahulu Biden, mantan Presiden AS Donald Trump, mengatakan Abe "adalah pemersatu tidak seperti yang lain" dan mengatakan dia berharap tersangka akan "ditangani dengan cepat dan keras".

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Mantan Presiden AS Barack Obama mengenang "pengalaman mengharukan bepergian ke Hiroshima dan Pearl Harbor bersama-sama".

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menyatakan "kemarahan yang ekstrem" atas pembunuhan itu dan menyatakan tiga hari berkabung resmi dalam solidaritas dengan Jepang.

Bolsonaro menggambarkan Abe sebagai "pemimpin brilian" dan "teman baik Brasil" dalam sebuah tweet termasuk foto kedua pria itu berjabat tangan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada 2019.

"Biarkan pembunuhnya dihukum seberat-beratnya. Kami bersama Jepang," cuitnya.

Brasil memiliki komunitas Jepang terbesar di luar nusantara, dengan sekitar 1,9 juta imigran dan keturunan.

Sedangkan PM India Narendra Modi menggambarkan Abe sebagai negarawan global.

"Saya terkejut dan sedih tak terkatakan atas kematian tragis salah satu teman tersayang saya, Shinzo Abe," tulisnya di Twitter.

"Kami berdiri dalam solidaritas dengan saudara dan saudari Jepang kami di saat yang sulit ini,” lanjutnya.

Dia mengumumkan hari berkabung nasional untuk menghormati Abe.

Ratu Inggris Elizabeth II mengatakan dia "sangat sedih" dengan berita itu, menambahkan bahwa dia memiliki "kenangan indah bertemu Tuan Abe dan istrinya selama kunjungan mereka ke Inggris pada tahun 2016".

PM Inggris Boris Johnson menyebutnya sebagai "serangan tercela" dan mengatakan bahwa Inggris berdiri bersama rakyat Jepang pada "waktu yang gelap dan menyedihkan".

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebutnya sebagai "pembunuhan brutal". "Tindakan kekerasan keji ini tidak memiliki alasan," cuitnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia menghubungi keluarga Abe untuk menyampaikan belasungkawa.

“Abe adalah negarawan luar biasa yang berbuat banyak untuk pengembangan hubungan bertetangga yang baik antara negara kita,” terangnya.

Penghormatan juga diberikan oleh negara-negara yang memiliki hubungan lebih dingin dengan Abe dan Jepang.

China dan Korea Selatan secara historis memiliki hubungan yang rumit dan penuh dengan Jepang. Abe, yang dikenal karena ketegasan militernya, tidak populer di kalangan warga kedua negara selama masa jabatannya.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menyebut pembunuhan Abe sebagai "tindakan kejahatan yang tidak dapat diterima".

"Saya menyampaikan penghiburan dan belasungkawa saya kepada keluarganya dan orang-orang Jepang karena telah kehilangan perdana menteri terlama mereka dan seorang politisi yang dihormati," terangnya.

Presiden China Xi Jinping belum membuat pernyataan, tetapi kedutaan besar Beijing di Jepang mengatakan Abe membuat "kontribusi untuk meningkatkan hubungan China-Jepang selama masa jabatannya".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan negaranya terkejut dengan serangan itu.

Dia menambahkan bahwa "insiden tak terduga ini tidak boleh dikaitkan dengan hubungan China-Jepang" dan tidak berkomentar ketika ditanya tentang reaksi media sosial China.

Komentar terkait serangan terhadap Abe telah mendominasi media sosial China dan juga muncul di platform Korea.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini