Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kritik Perang Rusia-Ukraina, Politisi Rusia Dihukum Penjara 7 tahun

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 09 Juli 2022 |14:08 WIB
Kritik Perang Rusia-Ukraina, Politisi Rusia Dihukum Penjara 7 tahun
Politisi Rusia dihukum penjara 7 tahun karena menentang perang Rusia-Ukraina (Foto: AFP)
A
A
A

Anggota dewan oposisi itu ditangkap pada akhir April lalu, lebih dari sebulan setelah dia berpidato di pertemuan distrik di daerah Krasnoselsky di timur laut Moskow.

Pada pertemuan itu, Gorinov keberatan dengan gagasan kontes menggambar anak-anak yang diadakan ketika anak-anak sekarat di Ukraina. Dia juga mencoba memulai rapat dewan dengan mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang para korban.

Anggota dewan oposisi lain yang mendukung pernyataannya telah melarikan diri dari Rusia. Jaksa mengatakan mereka berdua sengaja berkonspirasi untuk mendiskreditkan militer Rusia.

Menurut aktivis dan wartawan yang hadir di pengadilan pada Jumat (8/7/2022), Gorinov mengatakan kepada hakim bahwa Rusia telah kehabisan batas perang di abad ke-20. "Namun yang hadir adalah Bucha, Irpin, Hostomel," katanya, menyebutkan beberapa tempat di mana pasukan Rusia diduga melakukan kejahatan perang.

Temannya dan aktivis oposisi Ilya Yashin men-tweet "kengeriannya" pada kalimat itu. Yashin sendiri baru-baru ini dijatuhi hukuman penjara 15 hari karena menolak penangkapan. Aktivis lain, Maria Alyokhina, mengatakan itu adalah "neraka bersejarah" bahwa seorang anggota dewan terpilih dipenjara selama tujuh tahun karena menyebut perang sebagai perang.

Pakar politik Rusia Tatiana Stanovaya mengatakan jelas bahwa pihak berwenang mengirim peringatan kepada "pembangkang". Menggunakan istilah perang adalah sabotase di mata pihak berwenang, katanya. Tetapi jika digabungkan dengan tindakan politik seperti yang dilakukan Gorinov, tindakan itu dianggap hampir seperti terorisme dan akan menghadapi hukuman penjara yang lama.

Jaksa Rusia juga menyerukan hukuman penjara yang lama bagi tokoh pro-demokrasi terkemuka Andrei Pivovarov, yang diturunkan dari pesawat saat akan meninggalkan St Petersburg pada Mei lalu. Pengacaranya mengatakan dia dituduh mengarahkan organisasi yang tidak diinginkan, Open Russia.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement