Share

Satu Jembatan Rusak Berat Akibat Banjir Kepulauan Sula

Dimas Choirul, MNC Media · Selasa 12 Juli 2022 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 340 2627874 satu-jembatan-rusak-berat-akibat-banjir-kepulauan-sula-Id4qxyuvy0.jpg Jembatan rusak. (Foto: BNPB)

JAKARTA - Banjir yang merendam Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada Minggu (10/7) lalu menyebabkan satu jembatan rusak berat. Selain jembatan, banjir tersebut juga merendam 20 unit rumah.

"Berdasarkan laporan yang diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir yang terjadi setelah hujan dengan intensitas lebat tersebut turut merendam kurang lebih 20 unit rumah dengan tinggi muka air 60 sampai 70 sentimeter di Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula telah berkoordinasi dengan aparat terkait penanganan kerusakan jembatan serta mendirikan posko untuk memantau lokasi. Adapun masyarakat setempat masih bertahan di rumah masing-masing dan bantuan logistik turut disalurkan kepada warga terdampak.

Sebagai informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini hujan sedang sampai lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Maluku Utara pada Senin (11/7).

Baca juga:  Waspada! Pesisir Utara Jakarta Bakal Banjir Rob pada 8-17 Juli

Selain itu, prakiraan cuaca pada 11 sampai 12 Juli 2022 menunjukan wilayah Provinsi Maluku Utara didominasi cuaca hujan ringan, berawan tebal dan cerah berawan. Kajian inaRisk turut menunjukan Kepulauan Sulamemiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada sembilan kecamatan.

Melihat kondisi ini, BNPB mengimbau untuk masyarakat dan pemerintah daerah setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan yang dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Pemerintah daerah turut diimbau untuk melakukan monitoring kondisi infrastrukur fasilitas umum secara berkala sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan ketika bencana terjadi.

"Jika hujan mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan terjadi peningkatan debit air, pemerintah daerah dapat menginformasikan peringatan dini banjir kepada masyarakat melalui jaringan komunikasi digital dan melaksanakan upaya kedaruratan khususnya melakukan evakuasi warga terdampak banjir," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini