JAKARTA - Kondisi keuangan keluarga yang tidak mencukupi memaksa Dewi untuk mencari pekerjaan di negeri orang. Selepas lulus SMA dia pun didaftarkan oleh orang tuanya pada agen Tenaga Kerja Indonesia (TKI), untuk diberangkatkan ke Arab Saudi.
Awalnya, dia mengira akan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah warga lokal di Arab Saudi. Namun, tak disangka, ternyata dia malah ditempatkan di perkebunan.
BACA JUGA:Tantangan Pemanfaatan E-Health Dalam Layanan JKN Pasca Pandemi
"Semua yang ngurus sponsor. Bayangan saya kirain biasa bersih-bersih, ternyata sudah di sini di luar bayangan saya," kata Desi seperti dilansir dari akun Youtube Faiz Slamet, Kamis (14/7/2022).
Saat petama kali bekerja di Arab Saudi, Dewi ditempatkan di perkebunan anggur. Dia ditugaskan membungkus anggur untuk dipasarkan kembali.
BACA JUGA:Tekan Inflasi, Subsidi Pupuk Difokuskan untuk Bahan Pangan Pokok
Tak hanya itu, dia pun harus mengurus hewan ternak seperti unta dan ayam. Dia bercerita, dirinya kerap dimarahi oleh majikan jika salah dalam melakukan pemerahan terhadap susu unta. Padahal, itu pekerjaan yang baru pertama kali dilakoninya.
"Sering memerah susu unta, saya awal takut sampe nangis tetapi pada saat saya menangis saya dimarahi. Saat itu enggak didampingi (majikan)," ujarnya.
Cerita sedih lainnya yang dialami oleh Dewi adalah, selama bekerja dia tidak diperkenankan untuk menelepon atau menghubungi keluarga di kampung halaman. Bahkan, dia pun tak memegang gaji hasil dia bekerja.
BACA JUGA:4 Program Studi FIB Unair Resmi Mendapatkan Akreditasi FIBAA
"Enggak boleh menelepon keluarga. Enggak megang uang sama sekali. Gaji dikirim langsung ke keluarga," ucapnya.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.