Share

Buntut Kasus Pernikahan Manusia dan Kambing, Oknum Anggota DPRD Gresik Ditahan

Agus Ismanto, iNews · Selasa 19 Juli 2022 05:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 519 2631933 buntut-kasus-pernikahan-manusia-dan-kambing-oknum-anggota-dprd-gresik-ditahan-xkL6PK1xSh.jpg Ilustrasi (Foto: Sindonews)

GRESIK - Satreskrim Polres Gresik menahan oknum anggota DPRD Gresik berinisial NHD terkait kasus ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing. Tersangka dijerat Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Tersangka NHD dijebloskan ke penjara setelah menjalani pemeriksaan selama hampir lima jam di Unit 1 Satreskrim Polres Gresik, pada Senin 18 Juli 2022 sore.

BACA JUGA:Geger Pernikahan Manusia dengan Kambing, 4 Orang Jadi Tersangka 

Rumah oknum anggota DPRD Gresik itu diketahui dijadikan lokasi ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing. Dengan penahanan ini, maka Polres gresik telah menahan sebanyak 4 orang tersangka.

Mereka ada AS selaku konten kreator, SA pemeran pria yang menikahi kambing. Sedangkan 2 tersangka lain, yakni S pemeran penghulu, dan NHD pemilik rumah untuk lokasi ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing.

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, tersangka NHD cukup kooperatif selama menjalani pemeriksaan. Saat ini, tersangka ditahan di Rutan Polres Gresik.

"Dengan demikian, total sudah empat orang tersangka kasus penistaan agama yang sudah diamankan," ujarnya.

BACA JUGA:Viral Pernikahan Manusia dan Kambing, 2 Anggota DPRD Diperiksa Polisi 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Seperti diketahui, kasus ritual pernikahan seorang pria dengan seekor kambing mencuat dan viral di media sosial setelah seorang tersangka mengunggahnya di media sosial.

Video pernikahan tidak lazim tersebut akhirnya mengundang reaksi keras dari masyarakat termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik.

Meski keempat tersangka menyatakan video tersebut dibuat demi pembuatan konten media sosial, tetapi reaksi masyarakat semakin keras hingga persoalan tersebut akhirnya dilaporkan ke Polres Gresik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini