Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Apakah Indonesia Berpotensi Alami Gelombang Panas seperti di Eropa? Ini Kata BMKG

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 23 Juli 2022 |06:28 WIB
Apakah Indonesia Berpotensi Alami Gelombang Panas seperti di Eropa? Ini Kata BMKG
Ilustrasi (Foto: India Today)
A
A
A

"Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah," kata Guswanto.

"Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas atauterik dalam skala variabilitas harian yang biasanya relatif lebih panas terjadi pada siang di musim kemarau atau pada saat periode siang tidak ada tutupan awan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan, gelombang panas yang terjadi di wilayah Eropa atau Amerika biasanya terjadi pada saat periode musim panas berlangsung. Secara umum, gelombang panas dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di wilayah Eropa ataupun Amerika.

Baca juga: Ilmuwan Tegaskan Efek Krisis Iklim Bikin Gelombang Panas Makin Mengerikan

"Di mana ketika terdapat pola tekanan udara tinggi di atmosfer yang dapat terjadi selama beberapa hari bahkan beberapa minggu yang kemudian dapat mendorong pergerakan massa udara hangat dan terkompresi di sekitar permukaan sehingga menimbulkan kondisi suhu udara yang lebih panas dan cenderung lembab," paparnya.

Berbeda dengan Indonesia. Fenomena suhu panas yang terjadi di Indonesia lebih kepada pengaruh posisi matahari dan kondisi tutupan awan yang sangat kurang pada siang hari. Ditekankan Guswanto, kedua faktor ini menjadi penyebab utama kondisi suhu panas di wilayah Indonesia.

Baca juga: Foto-Foto Kebakaran Hutan Hebat di Inggris Akibat Gelombang Panas, 110 Mobil Pemadam Dikerahkan

"Gelombang panas tidak selalu terjadi setiap tahun. Meskipun demikian, gerak semu tahunan matahari yang menyebabkan perubahan musim di lintang menengah dan tinggi umumnya memicu adanya daerah bertekanan tinggi (high pressure area) yang merupakan pemicu terjadinya gelombang panas," ungkapnya.

Sementara pada wilayah Indonesia, kata Guswanto, yang terjadi belakangan ini adalah fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian yang umumnya disebabkan oleh kondisi musim kemarau. Saat ini, sejumlah wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement