Share

Rombongan Suporter dari Solo Bentrok dengan Warga di Yogyakarta, Begini Kronologinya

Andika Shaputra, Okezone · Senin 25 Juli 2022 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 25 510 2636010 rombongan-suporter-dari-solo-bentrok-dengan-warga-di-yogyakarta-begini-kronologinya-Wve4Hsuc7z.jpg Tangkapan layar media sosial

YOGYAKARTA – Peristiwa bentrokan suporter bola dengan warga terjadi di Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/7/2022) siang.

(Baca juga: Polda DIY Bantah Informasi 2 Suporter Meninggal Dunia)

Bentrokan antara kelompok suporter dan warga ini kemudian viral di berbagai media sosial. Keributan bermula di jalan Affandi, Gejayan Sleman, karena ada gesekan antaran supporter bola dan warga.

Akibat dari kejadian tersebut, satu orang dilaporkan terluka dan satu unit sepeda motor rusak karena diamuk massa.

Dari informasi yang beredar, rombongan supporter bola ini rencananya akan menonton pertandingan di Magelang, Jawa Tengah.

Mereka yang berjumlah ratusan orang berangkat menggunakan sepeda motor dari Solo ke Magelang dengan melewati Yogyakarta.

Setelah melintas di Jalan Gejayan, rombongan yang menggunakan sepeda motor diduga melakukan provokasi kepada warga. Akhirnya, beberapa warga mengejar mereka.

“Rombongan enggak bawa bendera. Teriak-teriak provokasi doang. Motor ditinggal disini. Awalnya dikejar massa sini kan, motor ditinggal di sini warga udah emosi (motor dirusak),” ujar salah satu saksi mata, Yono.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, mengakui terjadi beberapa keributan di wilayah DIY, seperti di Jalan Gejayan dan Jombor, pada hari ini. Setelahnya, beredar informasi soal suporter meninggal dunia.

"Ini bisa kami pastikan jika informasi ini tidak benar," ungkap Yulianto kepada awak media, Senin (25/7/2022).

Pasalnya, dia sendiri juga sudah mengecek ke beberapa rumah sakit. Dari humas beberapa rumah sakit tersebut, semuanya mengatakan tidak ada korban meninggal dunia karena peristiwa bentrok suporter tersebut.

Polda DIY menghimbau kepada suporter dari Solo ataupun yang ada di Yogyakarta, agar tidak melakukan tindakan-tindakan merusak fasilitas publik dan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum.

"Mari sama-sama menjaga situasi agar di mana pun pertandingan bola, bisa disaksikan dengan nyaman. Tidak perlu membuat keributan,"tutupnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini