Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Felldy Utama , Jurnalis-Selasa, 26 Juli 2022 |02:01 WIB
BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia
Ilustrasi/ Doc: Freepik
A
A
A

Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Aceh, perairan selatan P. Sumba, perairan selatan P. Sawu, Laut Sawu, Samudra Hindia Selatan NTT, perairan selatan Kep. Banggai, perairan Manui - Kendari, perairan timur Kep. Wakatobi, Laut Banda, perairan selatan Kep. Kai, perairan selatan Kep. Babar - Tanimbar, Laut Arafuru tengah dan barat.

Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu - barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - NTB, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Banten - NTB.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Beijing

Untuk itu, BMKG mengingatkan perlu risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti perahu nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).

Lalu, kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement