YERUSALEM - Perdana Menteri (PM) Israel Yair Lapid menjanjikan penyelidikan pada Minggu (31/7/2022) atas tuduhan seorang mantan sipir penjara dengan keamanan maksimum bahwa dia berulang kali diperkosa oleh seorang narapidana Palestina setelah dipaksa bekerja sebagai "budak seks" oleh atasannya.
Laporan bahwa sipir wanita telah dianiaya oleh narapidana di penjara Gilboa telah beredar di media Israel selama beberapa tahun.
"Tidak dapat (ditoleransi) bahwa seorang tentara diperkosa oleh seorang teroris selama pelayanannya,” terang Lapid kepada kabinetnya pada Minggu (31/7/2022).
"Itu harus - dan akan - diselidiki. Kami akan memastikan bahwa tentara itu mendapat bantuan," lanjutnya.
Baca juga: Pasangan Sipir dan Napi Kabur dari Penjara, Satu Ditangkap dan Seorang Lagi Tewas
Lapid mengatakan aspek kasus itu berada di bawah perintah pembungkaman, tetapi dia telah mengadakan diskusi dengan Komisaris Layanan Penjara Israel (IPS) Katy Perry "untuk memastikan bahwa insiden seperti itu tidak pernah terjadi lagi".
Manajemen penjara dilaporkan berada di bawah pengawasan baru pada September tahun lalu, ketika enam tahanan Palestina kabur dari Gilboa dengan membuat terowongan keluar dari sel mereka melalui sistem drainase, sebuah pelarian yang menjadi berita utama global.
Diketahui tahun lalu terungkap serangkaian cerita apa yang oleh beberapa media Israel disebut Gilboa "Perselingkuhan". Yakni sebuah referensi ke laporan luas bahwa pengawas laki-laki memerintahkan penjaga perempuan ke dalam situasi di mana mereka rentan terhadap serangan oleh narapidana.
Minggu lalu seorang wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai mantan penjaga Gilboa, dan yang tetap anonim, memposting kesaksian online mengatakan bahwa dia berulang kali diperkosa oleh seorang tahanan Palestina.
Dia mengatakan dia "diserahkan" kepadanya oleh atasannya dan menjadi "budak seks pribadinya".
"Saya tidak ingin diperkosa, lagi dan lagi," katanya.
Pengacara wanita itu, Keren Barak, kemudian menegaskan kesaksian anonim di Saluran 12 Israel pada akhir pekan, mengatakan kliennya membutuhkan dukungan kesehatan mental setelah cobaan itu.
Dalam pernyataan terpisah pada Minggu (31/7/2022), Menteri Keamanan Dalam Negeri Omer Barlev mengatakan, "perselingkuhan yang terjadi beberapa tahun lalu di penjara Gilboa," telah "mengguncang publik Israel."
"Saya membaca kesaksian yang diterbitkan dan saya sangat terkejut," terangnya.
Seperti diketahui, penjara Gilboa, di Israel utara, adalah tempat Israel menahan sejumlah warga Palestina yang dihukum karena terlibat dalam serangan terhadap warga Israel.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.