Share

Sulawesi Tengah dan Utara Dikepung Banjir, Begini Imbauan BNPB

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 01 Agustus 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 340 2640116 sulawesi-tengah-dan-utara-dikepung-banjir-begini-imbauan-bnpb-K6vBrXKlU7.jpg Plt Kapusdatin BNPB Abdul Muhari (Foto: BNPB)

JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan saat ini wilayah Sulawesi Tengah dan Utara dikepung banjir.

“Kita lihat di sini Sulawesi bagian Tengah dan Utara ini boleh dibilang dan 'dikepung banjir' ini juga menjadi catatan kami bersama,” tegas Aam sapaan akrabnya saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (1/8/2022).

Aam pun mengatakan bencana yang cukup signifikan di Sulawesi Tengah, khususnya di kabupaten Parigi Moutong. Di mana, banjir bandang tersebut yang menyebabkan 9 unit rumah rusak berat, 450 rumah terdampak terendam terdampak.

Sementara itu, kata Aam, ketinggian air mencapai 150 cm. “(Ketinggian air) 30 sampai 90 cm laporan BPBD, tetapi kami melihat langsung bersama Kepala BNPB kemarin itu ketinggian air bahkan sampai 150 cm.”

“Ada 2 unit fasilitas umum terdampak, 5 unit fasilitas pendidikan terdampak, dan beberapa unit fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya,” katanya.

Baca juga: BNPB Sebut Kejadian Banjir Paling Dominan di Indonesia Tengah dan Timur

Sementara dari kejadian banjir di Parigi Moutong mengakibatkan 3 orang korban jiwa dan 4 orang lainnya masih belum ditemukan.

Baca juga: BNPB Catat Terjadi 26 Kali Kejadian Bencana Selama Sepekan, Banjir Terbanyak

“Akibatnya kepada manusia, ada 3 orang korban jiwa yang sudah ditemukan. Kemudian masih ada 4 orang, ada 4 warga lagi yang belum diketemukan, tentu saja kita berharap bisa segera diketemukan harapan kita dalam keadaan hidup. Tetapi kalaupun sebaiknya kita yang penting kita tahu statusnya seperti apa,” ungkap Aam.

Aam pun mengimbau agar masyarakat, pemerintah daerah, khususnya di Indonesia bagian Timur, Tengah dan ke Timur tetap waspada terhadap potensi kejadian bencana hidrometeorologi basah.

“Kita masih terus harus waspada mengamati prakiraan cuaca kalau terjadi hujan lebih dari 1 jam durasi panjang intensitas tinggi atau durasi intensitas tidak terlalu tinggi, tetapi durasi sangat panjang ini juga harus menjadi kewaspadaan kita,” imbaunya.

Baca juga: Januari hingga Juli 2022, BNPB: 2.579.498 Jiwa Mengungsi dan 124 Tewas Akibat Bencana

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini