Share

Kisruh China-Taiwan Semakin Memanas, Selat Taiwan Jadi Titik Rebutan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 18 2641814 kisruh-china-taiwan-semakin-memanas-selat-taiwan-jadi-titik-rebutan-P280RXGR8I.jpg Kisruh Taiwan-China semakin memanas usai kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan (Foto: AP)

TAIWAN โ€“ Ketegangan antara China-Taiwan semakin memanas usai kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

China langsung menggelar latihan militer besar-besaran di beberapa zona yang mengelilingi Taiwan, di beberapa titik hanya dalam jarak 20 km dari pantai pulau di Selat Taiwan, yang akan berakhir pada tengah hari pada Minggu (7/8/2022).

Dengan luas hanya selebar 130 km di titik tersempitnya, Selat Taiwan adalah saluran pelayaran internasional utama dan semua yang terletak di antara Taiwan yang sekarang demokratis dan tetangganya yang otoriter raksasa, yakni China.

Baca juga:ย Taiwan Kerahkan Jet Tempur Usir 27 Pesawat Militer China yang Masuk ke Zona Pertahanan Udaranya

Dikutip CNA, saat ini Selat Taiwan seolah menjadi โ€˜hot spotโ€™ atau titik rebutan antara Amerika Serikat (AS), Taiwan dan kepemimpinan China yang ingin memproyeksikan kekuatan menjelang pertemuan partai penguasa yang penting musim gugur ini ketika Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan diberikan masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga:ย China Gelar Latihan Militer Besar-besaran di Sekitar Taiwan, Tembakkan Rudal dan Latihan Menembak Langsung

Tabloid nasionalis yang dikelola negara Global Times melaporkan, mengutip analis militer, bahwa latihan itu "belum pernah terjadi sebelumnya" dan bahwa rudal akan dikeahkan di atas langit Taiwan untuk pertama kalinya.

"Latihan militer yang diumumkan China mewakili eskalasi yang jelas dari aktivitas militer China di sekitar Taiwan dan dari Krisis Selat Taiwan terakhir pada 1995 hingga 1996," kata Amanda Hsiao, analis senior China di International Crisis Group.

"Beijing menandakan bahwa mereka menolak kedaulatan Taiwan,โ€ lanjutnya.

Namun demikian, para analis mengatakan kepada AFP bahwa China tidak bertujuan untuk meningkatkan situasi di luar kendalinya - setidaknya untuk saat ini.

"Saya pikir mereka cukup berhati-hati dalam tidak ingin meningkat di luar kendali," terang Chong Ja Ian, seorang profesor dengan fokus pada masalah keamanan di National University of Singapore, kepada AFP.

"Jelas mereka menyadari bahwa ada beberapa batasan untuk apa yang ingin mereka lakukan,โ€ lanjutnya.

โ€œHal terakhir yang diinginkan Xi adalah perang yang tidak disengaja tersulut,โ€ kata Titus Chen, seorang profesor ilmu politik di Universitas Nasional Sun Yat-Sen di Taiwan.

23 juta orang Taiwan telah lama hidup dengan kemungkinan invasi China. Ancaman itu telah meningkat di bawah Presiden Xi Jinping, penguasa paling tegas China dalam satu generasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini