Share

Azerbaijan Lancarkan Operasi Militer, Serang Milisi Armenia di Nagorno-Karabakh

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 18 2641826 azerbaijan-lancarkan-operasi-militer-serang-milisi-armenia-di-nagorno-karabakh-9C91C2TAXx.jpeg Operasi militer Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. (Foto: Kementerian Pertahanan Azerbaijan)

BAKU - Tentara Azerbaijan telah melancarkan operasi militer terhadap milisi etnis Armenia di Nagorno-Karabakh yang berusaha untuk "membangun posisi tempur baru" di wilayah sengketa tersebut, demikian diklaim kementerian pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (3/8/2022).

Menurut kementerian tersebut, operasi itu diluncurkan setelah milisi melanggar perjanjian gencatan senjata antara Yerevan dan Baku, yang dimediasi oleh Moskow pada 2020. Baku sebelumnya menuduh milisi Armenia menyerang posisi Azerbaijan di wilayah tersebut dan mengonfirmasi kematian setidaknya satu tentara.

BACA JUGA: Pertempuran Kembali Pecah di Nagorno-Karabagh, Armenia Tembak Jatuh Helikopter Azerbaijan

Pasukan Azerbaijan menguasai beberapa "tempat tinggi komando penting” selama apa yang disebut sebagai 'Operasi Balas Dendam', tambah kementerian sebagaimana dilansir RT.

Kementerian juga merilis sebuah video yang tampaknya menunjukkan serangan udara di pangkalan milisi lokal yang menampung beberapa unit artileri. Rekaman menunjukkan beberapa artileri yang ditarik dan truk dihancurkan.

Ketegangan meningkat di Nagorno-Karabakh selama beberapa hari ini. Sebagian besar wilayah, yang secara resmi diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, berada di bawah kendali de facto Yerevan. Ini adalah rumah bagi mayoritas penduduk etnis Armenia.

BACA JUGA: Putin: Hampir 5.000 Orang Tewas dalam Konflik di Nagorno-Karabagh

Baik Yerevan dan Baku baru-baru ini saling menuduh provokasi militer di wilayah tersebut, dan telah melaporkan korban. Rusia, yang memiliki pasukan penjaga perdamaian di daerah itu, melaporkan “pelanggaran gencatan senjata” dan mengatakan pihaknya mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah yang timbul.

Masing-masing pihak telah menuduh pihak lain melakukan serangan, termasuk penembakan "intensif", sejak Senin (1/8/2022), ketika laporan pertama tentang gejolak muncul di media lokal. Media Armenia melaporkan pasukan Azerbaijan menyerang milisi etnis Armenia lokal di beberapa lokasi di seluruh Nagorno-Karabakh selama beberapa hari terakhir, dan menuduh Baku merencanakan serangan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Kementerian Pertahanan Armenia mengkonfirmasi kematian setidaknya dua tentara dalam serangan oleh Azerbaijan, menambahkan bahwa 14 prajurit lainnya telah terluka. Sekretaris Dewan Keamanan Armenia, Armen Grigoryan, mengatakan kepada media lokal pada Rabu bahwa Baku ingin Armenia berhenti menggunakan apa yang disebut Koridor Lachin, jalur pegunungan yang menghubungkannya dengan wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, dan memilih rute lain.

Grigoryan mengecam tuntutan tersebut sebagai pelanggaran perjanjian 2020.

Pasukan penjaga perdamaian Rusia yang ditempatkan di wilayah tersebut melaporkan tiga pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan Azerbaijan pada Selasa (2/8/2022) dan mengatakan bahwa ini mengakibatkan setidaknya satu anggota milisi lokal terluka. Pasukan penjaga perdamaian mengambil upaya untuk menyelesaikan situasi dengan bekerja sama dengan pihak Azerbaijan dan Armenia, kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Sementara dari pihak separatis Republik Nagorno-Karabakh yang memproklamirkan diri, yang mengendalikan wilayah yang disengketakan mengkonfirmasi kematian setidaknya satu anggota milisi lokal dan telah menyatakan mobilisasi sebagian di wilayah itu sebagai tanggapan atas tindakan Azerbaijan, menurut laporan media.

Yerevan dan Baku berperang selama 44 hari pada 2020, di mana Azerbaijan merebut sebagian Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang dikuasai oleh orang-orang Armenia sejak awal 1990-an, yang secara de-jure tetap berada di bawah kendali Baku. Konflik berakhir dengan perjanjian gencatan senjata yang melihat penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah tersebut.

Situasi di lapangan tetap tegang sejak kedua belah pihak berulang kali menuduh satu sama lain memprovokasi permusuhan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini