Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Daftar Pahlawan Nasional yang Gugur Ditembak Penjajah dalam Perjuangannya

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Jum'at, 05 Agustus 2022 |07:00 WIB
Daftar Pahlawan Nasional yang Gugur Ditembak Penjajah dalam Perjuangannya
Ilustrasi/ Doc: Antara/Reuters
A
A
A

JAKARTA - Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari jasa para pahlawan. Aksi heroik mereka tentunya mempunyai banyak risiko. Ditangkap, dipenjara, diasingkan, hingga dibunuh harus siap mereka hadapi.

Beragam cara dilakukan untuk melawan para penjajah, salah satunya melalui pertempuran. Banyak pejuang yang gugur melawan penjajah. Berikut daftar pahlawan nasional yang gugur ditembak penjajah dalam perjuangannya.

 BACA JUGA:Ada Apa Ketua DPR AS ke Taiwan dan Mengapa China Harus Marah? Ini Alasannya

Sisingamangaradja XII

Terlahir sebagai seorang bangsawan, Sisingamangaradja XII berjuang melawan Belanda untuk melindungi tanah asalnya, Tapanuli. Saat Belanda menduduki wilayah Aceh dan Sumatera, Sisingamangaradja XII menyatakan perang kepada Belanda. Pertempuran terus terjadi. Meskipun sempat dipukul mundur, Sisingamangaradja XII dan pasukannya tidak berhenti.

Di antara berbagai perang yang ia lewati, pria bernama asli Patuan Besar Ompu Pulo Batu ini sempat terkena tembakan pada lengan atas, namun ia berhasil selamat. Dalam perlawanan terakhirnya di tahun 1907, Sisingamangaradja XII sempat ditawari kesepakatan damai, tapi ia ditolak.

Sisingamangaradja XII akhirnya tewas dalam medan perang dengan penuh luka tembak. Atas perjuangannya tersebut, Sisingamangaradja XII ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1961.

 BACA JUGA:Anggota Polisi Kena Tembak saat Rekannya Bersihkan Senpi di Pos Sekuriti

Teuku Umar

Untuk mengusir Belanda dari Aceh, Teuku Umar tidak gentar dalam memperjuangkan tanah kelahirannya. Tak tanggung-tanggung, Teuku Umar sudah turun dalam peperangan sejak usianya 19 tahun. Di usia 20-an, dia sudah menjabat sebagai Kepala Desa (keuchik) Gampong Darat sekaligus Panglima Pertahanan Rakyat.

Sebagai seorang pejuang, dia memiliki siasat yang cerdik. Teuku Umar berpura-pura menjadi kaki tangan Belanda untuk mendapatkan senjata dan pasukan. Karena pengkhianatan tersebut, Teuku Umar pun diburu oleh Belanda. Berkat seorang mata-mata, Teuku Umar pun berhasil ditemukan.

Peperangan di antara keduanya tidak dapat dihindarkan hingga pahlawan dari Aceh ini pun gugur ditembak dalam peperangan. Tepat pada tanggal 6 November 1973, Teuku Umar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement