Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Daftar Pahlawan Nasional yang Gugur Ditembak Penjajah dalam Perjuangannya

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Jum'at, 05 Agustus 2022 |07:00 WIB
Daftar Pahlawan Nasional yang Gugur Ditembak Penjajah dalam Perjuangannya
Ilustrasi/ Doc: Antara/Reuters
A
A
A

I Gusti Ngurah Rai

Sebagai pemimpin dalam Perang Puputan Margarana, I Gusti Ngurah Rai dikenal sebagai jenderal yang tak kenal takut. Perang Puputan Margarana didasari atas kekecewaan Ngurah Rai dan rakyat Bali terhadap hasil Perundingan Linggarjati yang hanya mengakui Jawa, Sumatera, dan Madura sebagai wilayah kekuasaan Indonesia. Sang jenderal bersama pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berusaha mati-matian mengusir pasukan NICA yang kala itu datang kembali.

Pada pertempuran itu, I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya melawan musuh habis-habisan di Desa Margarana hingga akhirnya semua pasukan gugur, termasuk I Gusti Ngurah Rai. Berkat perjuangannya itu, I Gusti Ngurah Rai ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975.

 BACA JUGA:Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Medan, 4 Orang Tewas

Robert Wolter Mongisidi

Dikenal cerdas, jujur, dan pemberani, Robert Wolter Mongisidi sudah memulai perjuangannya sejak usia muda. Jiwa patriotismenya membara ketika melihat kekejaman Belanda. Berkat kecerdasannya, Wolter dipercaya unuk memimpin pasukan dalam melawan Belanda. Berbagai taktik dia lakukan yang membuat Belanda kewalahan. Sayangnya, Wolter harus tertangkap oleh pasukan Belanda di tahun 1947 dan dimasukkan ke penjara di Hoogepod Ujung Pandang.

Walaupun sempat melarikan diri, namun Belanda berhasil menangkapnya kembali. Wolter pun dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi oleh tim penembak pada 5 September 1949. Atas jasa-jasanya, Robert Wolter Mongisidi ditetapkan sebagai pahlawan nasional di tahun 1973.

 BACA JUGA:Satgas Sebut Virus PMK Terkendali dalam 3 Minggu Terakhir

Cut Meutia

Dikenal sebagai Mutiara dari Aceh, Cut Meutia berjuang dalam perang gerilya dalam melawan pasukan Belanda. Perempuan kelahiran 1870 ini dikenal tangguh dan berani melawan Belanda. Ia juga memimpin dan turut membantu pasukan Aceh dalam mengatur strategi perang. Strateginya tersebut kerap membuat Belanda kewalahan hingga porak-porandak.

Berbagai pertempuran dilewatinya yang membuat Belanda murka dan menjadikan Cut Meutia sebagai target. Belanda kian mengejarnya hingga Cut Meutia dan pasukannya terkepung. Perjuangannya pun harus berakhir pada pertempuran 25 Oktober 1910. Dia tewas setelah tiga peluru menembus kepala dan dadanya. Berkat perjuangannya tersebut, Cut Meutia ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada tahun 1964.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement