Share

Bencana Kekeringan Prancis, 100 Kota Krisis Air Minum

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 18 2643067 bencana-kekeringan-prancis-100-kota-krisis-air-minum-2IHDPOOjyk.jpg Kasus kekeringan di Prancis, 100 kota alami krisis air minum (Foto: EPA)

PRANCIS - Pemerintah Prancis telah membentuk tim krisis untuk mengatasi kekeringan bersejarah yang menyebabkan lebih dari 100 kota kekurangan air minum.

Menteri Transisi Ekologi Christophe Béchu mengatakan truk-truk membawa air ke daerah-daerah itu, karena tidak ada yang tersisa di dalam pipa air mereka.

Kantor perdana menteri mengatakan itu adalah kekeringan terburuk yang tercatat di Prancis. Penggunaan air dibatasi di 93 wilayah.

Kondisi kering diperkirakan akan berlanjut setidaknya selama dua minggu ke depan.

Kantor berita AFP melaporkan perusahaan energi negara EDF harus mengurangi produksi di beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir, karena suhu sungai terlalu tinggi untuk memberikan pendinginan yang cukup.

Baca juga: Tragis! Italia, Portugal dan Spanyol Alami Kekeringan, Kini Air Pun Dijatah

Ada kekhawatiran bahwa kekeringan - yang melanda hampir seluruh daratan Prancis - akan mengurangi hasil panen, memperburuk krisis pangan yang disebabkan oleh perang di Ukraina.

Baca juga: 37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan

Layanan cuaca nasional Meteo-France mengatakan pada Juli lalu, Prancis hanya memiliki curah hujan 9,7 mm (0,38 inci), menjadikannya bulan terkering sejak Maret 1961.

Irigasi telah dilarang di sebagian besar barat laut dan tenggara Prancis untuk menghemat air.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Kementerian pertanian mengatakan panen jagung, yang digunakan terutama untuk pakan ternak, diperkirakan 18,5% lebih rendah tahun ini dibandingkan dengan 2021. Daerah penanaman jagung utama adalah Alsace di wilayah timur dan barat, dan panen sudah berlangsung.

BFMTV Prancis melaporkan ekspor jagung dari Prancis, Hungaria, Rumania dan Bulgaria semuanya diperkirakan akan lebih rendah tahun ini karena gelombang panas, dan volume yang lebih rendah itu akan mendorong harga naik.

Siaran TF1 melaporkan peternak di Pegunungan Alpen harus turun ke lembah dengan truk setiap hari untuk mengambil air bagi hewan mereka. Ini membuat mereka harus merogoh kocek lebih untuk tagihan bahan bakar mingguan.

Gelombang panas yang membakar Prancis sejak Juni lalu juga telah mendorong pepohonan dan semak-semak menggugurkan daunnya lebih awal, menciptakan pemandangan yang terlihat seperti musim gugur.

Seperti diketahui, Eropa sudah berjuang dengan harga pangan yang lebih tinggi karena ekspor biji-bijian dari Rusia dan Ukraina - di antara produsen utama dunia - jauh lebih rendah dari biasanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini