Share

Peringatan 77 Tahun Bom Atom Hiroshima, PBB Peringatkan Kemanusiaan 'Bermain-main' dengan Nuklir

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 18 2643090 peringatan-77-tahun-bom-atom-hiroshima-pbb-peringatkan-kemanusiaan-bermain-main-dengan-nuklir-RVFP76IOQz.jpg Sekjen PBB menghadiri peringatan 77 tahun serangan bom atom di Hiroshima Jepang (Foto: AFP)

HIROSHIMA Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres  menghadiri peringatan 77 tahun serangan bom atom pertama di Hiroshima, Jepang pada Sabtu (6/8/2022).

"Kemanusiaan bermain dengan senjata ketika krisis dengan potensi bencana nuklir berkembang biak di seluruh dunia,” terangnya.

Guterres pertama kalinya menghadiri peringatan Hiroshima secara langsung pada Sabtu (6/8/2022), karena kunjungan tahun lalu dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Guterres memperingatkan risiko yang ditimbulkan akibat krisis di Ukraina, Timur Tengah dan semenanjung Korea saat ia menggambarkan kengerian yang dialami kota Jepang.

Baca juga: Sekjen PBB Peringatkan 'Kemusnahan Umat Manusia oleh Senjata Nuklir' 

"Puluhan ribu orang tewas di kota ini dalam sekejap mata. Wanita, anak-anak dan pria dibakar dalam api neraka," katanya, dikutip AFP.

 Baca juga: PM Jepang Minta Maaf Usai 'Lompati' Pidato Saat Peringatan Bom Atom Hiroshima

Adapun orang yang selamat dari nuklir seperti "dikutuk dengan warisan radioaktif" kanker dan masalah kesehatan lainnya.

"Kita harus bertanya: Apa yang telah kita pelajari dari awan jamur yang membengkak di atas kota ini?,” lanjutnya.

“Hari ini, krisis dengan nada nuklir serius menyebar dengan cepat - Timur Tengah, ke semenanjung Korea, hingga invasi Rusia ke Ukraina,” terangnya, mengulangi peringatan yang dia buat minggu ini di konferensi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir di New York.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Umat manusia sedang bermain dengan senjata yang penuh terisi,” ujarnya.

Diketahui, sekitar 140.000 orang tewas ketika Hiroshima dibom Amerika Serikat (AS) pada 6 Agustus 1945 - jumlah itu termasuk mereka yang tewas setelah ledakan akibat paparan radiasi.

Sebelum fajar, para penyintas dan kerabat mereka mulai berkumpul di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima untuk mempersembahkan bunga dan doa.

Doa hening dilaksanakan pada pukul 08.15 WIB, saat bom dijatuhkan. Duta Besar Rusia tidak diundang ke upacara tersebut tetapi mengunjungi Hiroshima pada Kamis (4/8/2022) untuk meletakkan bunga di situs peringatan.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu, Presiden Vladimir Putin telah membuat ancaman terselubung yang mengisyaratkan kesediaan untuk mengerahkan senjata nuklir taktis.

Dalam pidato pada Sabtu (30/7/2022), Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui mengutip Leo Tolstoy, penulis Rusia "War and Peace".

"Jangan pernah membangun kebahagiaan Anda di atas kemalangan orang lain, karena hanya dalam kebahagiaan mereka Anda dapat menemukan kebahagiaan Anda sendiri,” terangnya.

Tiga hari setelah pengeboman Hiroshima, Washington menjatuhkan bom plutonium di kota pelabuhan Jepang Nagasaki, menewaskan sekitar 74.000 orang dan menyebabkan berakhirnya Perang Dunia II.

AS menjadi satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir dalam konflik.

Saat ini, sekitar 13.000 senjata nuklir itu ditahan di gudang senjata negara di seluruh dunia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini