Share

PLTN Zaporizhzhia Ditembaki Roket, Sekjen PBB Sebut 'Tindakan Bunuh Diri'

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 18 2643838 pltn-zaporizhzhia-ditembaki-roket-sekjen-pbb-sebut-tindakan-bunuh-diri-tbxfMr9qKY.jpg PLTN Zaporizhzhia. (Foto: Reuters)

KIEV – Serangan di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia telah merusak tiga sensor radiasi dan melukai seorang pekerja, menurut keterangan Ukraina. Ini merupakan serangan kedua di fasilitas nuklir terbesar Eropa itu dalam beberapa hari berturut-turut.

Rusia dan Ukraina saling tuding terkait serangan di PLTN tersebut. Pasukan Rusia merebut PLTN Zaporizhzhia pada awal Maret, beberapa pekan setelah memulai operasi militernya di Ukraina.

BACA JUGA: PLTN Zaporizhzhia Terbakar Akibat Serangan, Zelensky: Rusia Lakukan 'Teror Nuklir'

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan artileri pada Sabtu (6/8/2022) malam itu sebagai "teror nuklir Rusia" yang memerlukan lebih banyak sanksi internasional, kali ini di sektor nuklir Moskow.

"Tidak ada negara di dunia yang bisa merasa aman ketika negara teroris menembaki pembangkit listrik tenaga nuklir," kata Zelenskiy dalam pidato yang disiarkan televisi, Minggu (7/8/2022).

Sementara otoritas yang ditempatkan Rusia di daerah itu mengatakan pasukan Ukraina menghantam situs itu dengan beberapa peluncur roket, merusak gedung-gedung administrasi dan daerah di dekat fasilitas penyimpanan. Kedutaan Rusia di Washington juga merilis pernyataan yang merinci kerusakan.

BACA JUGA: Imbas Perang, Kondisi PLTN Zaporizhzhia Ukraina di Luar Kendali Butuh Inspeksi dan Perbaikan

“Nasionalis Ukraina melancarkan serangan artileri di wilayah objek yang ditentukan pada 5 Agustus. Dua saluran listrik bertegangan tinggi dan pipa air rusak akibat penembakan itu. Hanya berkat tindakan efektif dan tepat waktu dari militer Rusia. dalam menutupi fasilitas tenaga nuklir, infrastruktur kritisnya tidak terpengaruh," kata kedutaan sebagaimana dilansir Reuters.

Reuters tidak dapat memverifikasi klaim dari kedua belah pihak.

Serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia kembali menimbulkan kekhawatiran akan bencana nuklir dari konflik yang berlangsung di Ukraina.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia, menyebutnya sebagai sebuah “tindakan bunuh diri”. Dia menyerukan agar Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mendapatkan akses ke PLTN tersebut.

“Setiap serangan ke pembangkit nuklir adalah tindakan bunuh diri. Saya berharap serangan-serangan itu akan berakhir, dan pada saat yang sama saya berharap IAEA akan dapat mengakses pabrik itu,” kata Guterres pada konferensi pers di Tokyo pada Senin (8/8/2022) pagi, tanpa menyalahkan salah satu pihak.

Rusia melancarkan serangan ke Ukraina, negara tetangganya pada 24 Februari 2022. Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia melancarkan “Operasi Militer Khusus” untuk denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina, sementara Kiev menuding Moskow melancarkan agresi militer tanpa alasan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini