Share

Pembunuh Berantai Diduga Targetkan Muslim, Polisi di AS Minta Bantuan dalam Penyelidikan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 18 2644048 pembunuh-berantai-diduga-targetkan-muslim-polisi-di-as-minta-bantuan-dalam-penyelidikan-tVno8dPUoh.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

ALBUQUERQUE - Polisi di New Mexico, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (7/8/2022) meminta bantuan masyarakat dalam penyelidikan terkait empat penembakan yang menewaskan pria Muslim di Albuquerque. Pembunuhan yang terjadi selama sembilan bulan terakhir ini diyakini oleh penyelidik saling berkaitan.

Wali Kota Albuquerque Tim Keller mengatakan otoritas negara bagian bekerja untuk menyediakan "kehadiran polisi tambahan di masjid-masjid selama waktu sholat" saat penyelidikan berlangsung di kota terbesar di New Mexico itu. Albuquerque merupakan rumah bagi 5.000 Muslim dari sekira 565.000 total penduduknya.

BACA JUGA: 4 Pria Muslim Dibunuh di AS, Diduga 'Pembunuhan yang Ditargetkan'

Korban terakhir, kata polisi, ditembak mati pada Jumat (5/8/2022) malam, dalam pembunuhan yang menurut para pemimpin Islam setempat terjadi tak lama setelah dia menghadiri upacara pemakaman untuk dua orang lainnya yang terbunuh selama beberapa minggu terakhir.

Ketiga pria tersebut, serta korban pertama yang ditembak mati pada November, adalah pria Muslim keturunan Pakistan atau Afghanistan yang tinggal di Albuquerque.

Polisi telah memberikan beberapa rincian pembunuhan terbaru tetapi menggambarkan tiga pembunuhan pertama sebagai penembakan penyergapan. Gubernur Michelle Lujan Grisham menyebut mereka sebagai "pembunuhan yang ditargetkan terhadap penduduk Muslim."

BACA JUGA: Kecam Pembunuhan 4 Warga Muslim di Kanada: PM Pakistan Islamofobia Berkembang di Barat

Presiden AS Joe Biden memposting pesan di Twitter pada Minggu mengungkapkan solidaritas dengan komunitas Muslim, menambahkan, "Serangan kebencian ini tidak memiliki tempat di Amerika."

Pejabat polisi Albuquerque mengatakan pada konferensi pers beberapa jam kemudian bahwa mereka mengikuti sejumlah petunjuk dan mengeluarkan buletin dengan foto-foto sedan Volkswagen abu-abu gelap empat pintu dengan jendela berwarna yang mereka gambarkan sebagai "kendaraan yang menarik" dalam penyelidikan.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Tidak jelas bagaimana mobil itu dikaitkan dengan kasus ini, dan polisi mengatakan mereka belum menentukan apakah mereka mencari satu atau lebih tersangka dalam penyelidikan.

Juru Bicara Islamic Center of New Mexico Tahir Gauba mengatakan bahwa tiga korban terakhir berasal dari masjid yang sama. Para pejabat menahan identitas pria yang terbunuh pada Jumat sambil menunggu pemberitahuan dari keluarga terdekat.

Namun Gauba mengatakan dia dibunuh tak lama setelah menghadiri pemakaman dua korban sebelumnya.

Muhammad Afzaal Hussain, (27), seorang direktur perencanaan kota Espanola yang berimigrasi dari Pakistan, ditembak mati pada 1 Agustus di luar kompleks apartemennya, kurang dari seminggu setelah Aftab Hussein, (41), dari komunitas besar Afghanistan di Albuquerque, ditemukan tewas. pada 26 Juli di dekat distrik internasional kota itu, kata polisi. Hussain juga bekerja di tim kampanye untuk Perwakilan AS Melanie Stansbury dari New Mexico.

Polisi mengatakan mereka menangani dua pembunuhan itu, bersama dengan pembunuhan Jumat, terkait dengan pembunuhan 7 November terhadap Mohammad Ahmadi, 62 tahun, juga seorang Muslim dari Afghanistan, yang ditembak mati di tempat parkir di luar supermarket halal.

"Ada beberapa kesamaan dengan keempat pembunuhan itu," kata Juru Bicara Kepolisian Kota Gilbert Gallegos kepada wartawan, Minggu.

Ditanya apakah penyelidik menganggap pembunuhan itu sebagai kejahatan kebencian, Gallegos berkata, "Kebencian ditentukan oleh motif, dan kami tidak tahu motif itu pada saat ini."

Gauba memperkirakan ada 3.000 hingga 5.000 Muslim yang tinggal di dan sekitar Albuquerque, terhitung sekitar 85% dari populasi Islam di seluruh negara bagian itu.

Polisi Negara Bagian New Mexico, FBI dan US Marshals Service termasuk di antara badan-badan yang membantu penyelidikan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini