Mahfud pun mengapresiasi kecepatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menuntaskan kasus pembunuhan tersebut meski di tengah lingkungan dengan code silent.
BACA JUGA:Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J, Ini Profil Irjen Ferdy Sambo
"Lalu sekarang sudah tersangka, kemudian pejabat-pejabat tingginya sudah bedol deso. Saya kira yang dilakukan oleh Kapolri itu, tahapan-tahapannya dan kecepatannya itu cukup lumayan, tidak jelek banget," katanya.
Sebelumnya, Mahfud juga menyebut bahwa kasus ini bukan kasus kriminal biasa, sehingga membutuhkan kesabaran yang lebih ekstra untuk mengungkap kasusnya. Alasannya, karena ada aspek psiko-hierarki dan psiko-politis yang membuat kasus sulit diungkap.
"Saya katakan, maaf ini tidak sama dengan kriminal biasa, sehingga memang harus bersabar karena ada psiko-hierarki, dan ada juga psiko-politisnya," kata Mahfud beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Ibu Brigadir J Jatuh Lemas saat Kapolri Umumkan Ferdy Sambo Dalangi Penembakan Anaknya
Adapun, psiko-hierarki dimaknai sebagai hubungan hierarki, antara atasan dengan bawahan, atau dalam kasus ini antara yang pangkatnya lebih tinggi dengan yang lebih rendah.
Sedangkan, psiko-politis adalah kondisi di mana ada unsur-unsur politik yang terangkut dalam penuntasan kasus ini.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.