Share

Usai Bayar Denda, Eks Bupati Jombang Nyono Suharli Bebas dari Penjara

Lukman Hakim, Koran Sindo · Selasa 09 Agustus 2022 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 519 2644603 usai-bayar-denda-eks-bupati-jombang-nyono-suharli-bebas-dari-penjara-Hyxcjt813c.jpg Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli bebas dari penjara (Foto: Lukman Hakim)

SURABAYA – Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (NSW) akhirnya bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya di Porong, Sidoarjo pada Senin (8/8/2022). Nyono bebas melalui program integrasi sosial yaitu cuti menjelang bebas (CMB).

Menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur (Jatim), Zaeroji, NSW yang terjerat kasus tindak pidana korupsi berhak mendapatkan program integrasi setelah membayar denda yang dibebankan kepadanya.

BACA JUGA:Awas! KPK Sebut Jasa Keuangan Rentan Jadi Alat Korupsi 

Selain pidana badan selama lima tahun, hakim juga mengharuskan NSW membayar denda Rp200 juta. Denda itu, menurut data dari Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), dibayar NSW dalam tiga termin. Yaitu pada medio Juli 2019 hingga November 2021.

“Sehingga, NSW berhak mendapatkan hak remisi dan integrasi,” kata Zaeroji, Selasa (9/8/2022).

Kepala Lapas Klas I Surabaya, Jalu Yuswa Panjang menjelaskan, NSW ditahan penyidik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) sejak 4 Februari 2018. Dia dipindahkan ke Lapas Surabaya di Porong pada 27 Juni 2019.

BACA JUGA:Ketua KPK Anggap OJK Punya Peran Penting Cegah Korupsi di Sektor Keuangan 

Selama menjalani pidana, NSW sudah tiga kali mendapatkan remisi. Dari tiga kali remisi, hukumannya dipotong selama empat bulan. Sehingga, masa eksparasi penahanannya yang awalnya 8 Februari 2023, maju menjadi 8 Oktober 2022.

“Berdasarkan SK dari Dirjen Pemasyarakatan, NSW berhak mendapatkan program CMB dua bulan menjelang tanggal pembebasannya yaitu 8 Agustus 2022,” ujar Jalu.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Jalu menegaskan, sebelum memberikan rekomendasi pemberian CMB, pihak Lapas dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surabaya telah menggelar sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada 25 Februari 2022.

“Karena masa pidananya kurang dari setahun, maka program integrasi yang diberikan adalah CMB,” imbuh Jalu.

Lantaran sifatnya bersyarat, kata dia, maka NSW masih wajib mengikuti program pembibingan selama masa CMB. Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Surabaya menetapkan bentuk pembibingan untuk NSW adalah wajib lapor.

Setiap seminggu sekali NSW harus lapor ke pembimbingnya di Bapas Surabaya. “CMB akan dicabut jika yang bersangkutan melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat, melakukan pelanggaran hukum kembali atau tidak melaksanakan wajib lapor,” tegas Jalu.

Diketahui, Nyono ditangkap penyidik KPK di Stasiun Balapan Solo pada Februari 2018. Saat itu, dia sedang mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Subaidi Muchtar. Dari tangan Nyono, KPK menyita uang Rp25 juta dan USD9.500 dalam bentuk pecahan.

Selain Nyono, KPK juga mengamankan Inna Silestowati yang menjabat sebagai Plt kepala Dinas Kesehatan Jombang. Nyono ditetapkan tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap untuk menetapkan Inna sebagai kepala Dinas Kesehatan definitif. Total suap yang diberikan pada Nyono sebesar Rp275 juta.

Saat persidangan, majelis makim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, NSW divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara. Hak politik mantan ketua DPD Partai Golkar Jatim itu dicabut selama 3 tahun terhitung setelah menjalani masa hukuman. Di tingkat Mahkamah Agung (MA), hukuman NWS diperberat menjadi lima tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini