JAKARTA - Ribuan buruh dari sejumlah aliansi masih memadati dan bertahan depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2022) hingga pukul 17.55 WIB. Diketahui massa buruh menuntut UU Omnibus Law dicabut hingga harga bahan pokok diturunkan.
Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi, tampak, sejumlah mobil komando masih terparkir di depan gerbang Gedung DPR-MPR. Selain itu, ribuan buruh dari sejumlah aliansi juga masih terlihat.
Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dari arah Cawang-Semanggi menuju Slipi, Jakarta Barat.
Lalu lintas Jalan Gatot Subroto dari arah Cawang-Semanggi dibelokkan ke kiri Jalan Gerbang Pemuda. Arus lalu lintas dari arah Jalan Gerbang Pemuda mengarah ke Jalan Gatot Subroto diputarbalikkan di kolong Layang Ladogi.
Kemudian, arus lalu lintas dari arah Tol Dalam Kota yang akan keluar di offramp Pulo Dua Senayan diteruskan ke arah Tomang. Pojokan Manggala Wanabakti Kementerian KLHK dari timur ke barat mengarah ke Slipi dan yang mengarah ke Stasiun Palmerah Ditutup.
Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur menuju Jalan Gelora diluruskan ke Jalan Tentara Pelajar.
Selanjutnya, arus lalu lintas dari Jalan Asia Afrika menuju Jalan Gelora di belok ke kanan ke Jalan Gerbang Pemuda. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda dibelokkan ke kiri Jalan Asia Afrika.
Sebelumnya, perwakilan senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menemui massa buruh dan secara tegas ingin UU Omnibus Law dicabut.
"Hanya satu kata kami dari Ketua Komite 1 Wakil Komite 4, Wakil Ketua Komite 2 cabut Omnibus Law. DPD menolak Omnibus Law. Hanya satu kata lawan dan tolak," kata senator DPD RI Aceh, Fachrul Razi kepada massa buruh di atas mobil komando.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.