Share

Taiwan Tolak 'Satu Negara Dua Sistem', China Cabut Janji Tak Kirim Pasukan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 18 2646168 taiwan-tolak-satu-negara-dua-sistem-china-cabut-janji-tak-kirim-pasukan-o4EBqNMq4O.jpg Foto: Reuters.

TAIPEI - Taiwan menolak model "satu negara, dua sistem" yang diusulkan oleh Beijing dalam Buku Putih yang diterbitkan pekan ini, kata kementerian luar negeri pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu, Kamis (11/8/2022).

Hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depannya, kata Juru Bicara Kementerian Joanne Ou pada konferensi pers di Ibu Kota Taipei, sebagaimana dilansir Reuters.

Pada Buku Putih terbaru, yang diterbitkan pada Rabu (10/8/2022), China telah menarik janji untuk tidak mengirim pasukan atau administrator ke Taiwan jika mengambil alih pulau itu, Perubahan ini menandakan keputusan Presiden Xi Jinping untuk memberikan otonomi yang lebih sedikit kepada Taiwan daripada yang ditawarkan sebelumnya.

Buku Putih tentang posisi China terhadap Taiwan itu diterbitkan Beijing menyusul ketegangan dan beberapa hari latihan militer besar-besaran yang digelar sebagai protes terhadap kunjungan Pelosi pekan lalu.

Ou mengatakan bahwa China menggunakan kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei sebagai "alasan untuk menciptakan normalitas baru untuk mengintimidasi rakyat Taiwan".

Dalam dua Buku Putih sebelumnya, pada 1993 dan 2000, Beijing mengatakan bahwa mereka "tidak akan mengirim pasukan atau personel administrasi untuk ditempatkan di Taiwan" setelah mencapai apa yang disebut Beijing sebagai "penyatuan kembali".

Pernyataan itu, yang dimaksudkan untuk memastikan Taiwan akan menikmati otonomi setelah menjadi wilayah administrasi khusus China, tidak muncul di buku putih terbaru.

Partai Komunis China yang berkuasa telah mengusulkan agar Taiwan dapat kembali ke pemerintahannya di bawah model "satu negara, dua sistem", mirip dengan formula di mana bekas jajahan Inggris di Hong Kong kembali ke pemerintahan China pada 1997.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Itu akan menawarkan otonomi kepada Taiwan yang diperintah secara demokratis untuk mempertahankan sebagian sistem sosial dan politiknya.

Kalimat di Buku Putih tahun 2000 yang mengatakan "apa pun bisa dinegosiasikan" selama Taiwan menerima bahwa hanya ada satu China dan tidak mencari kemerdekaan, juga hilang dari buku putih terbaru.

Buku Putih yang diperbarui disebut "Pertanyaan Taiwan dan Reunifikasi China di Era Baru". "Era baru" adalah istilah yang umumnya diasosiasikan dengan pemerintahan Xi. Xi diperkirakan akan mengamankan masa jabatan ketiga di kongres Partai Komunis akhir tahun ini.

Taiwan telah hidup di bawah ancaman invasi China sejak 1949, ketika pemerintah Republik China yang kalah melarikan diri ke pulau itu setelah Partai Komunis Mao Zedong memenangkan perang saudara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini