Share

Menteri Jerman Minta Maaf dan Menyesal Usai Foto Minum Sampanye Penuh Keceriaan di Tengah Perang Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 18 2646220 menteri-jerman-minta-maaf-dan-menyesal-usai-foto-minum-sampanye-penuh-keceriaan-di-tengah-perang-ukraina-jvTEkZnUFx.jpg Menteri Jerman minta maaf usai berfoto minum sampanye dan tertawa di Ukraina (Foto: Twitter)

UKRAINA - Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser telah menyatakan penyesalannya dan meminta maaf setelah berpose untuk foto ceria dan gembira dengan segelas sampanye di tangannya selama perjalanan ke Ukraina pada akhir Juli lalu.

Foto Faeser bersama dengan Menteri Tenaga Kerja Jerman Hubertus Heil dan Duta Besar untuk Ukraina Anka Feldhusen terlihat menikmati minuman sampanye dengan Wali Kota Kiev dan legenda tinju Vitaly Klitschko di balkon terbuka ini mendadak viral di media sosial (medsos). Mereka terlihat gembira dan bahagia di foto itu meski kondisi Ukraina sedang berperang.

"Saya menyesali foto itu," kata Faeser pada Selasa (9/8/2022) setelah ditanya tentang hal itu selama acara langsung dengan jaringan berita RND di Potsdam.

“Itu tentu saja tidak pantas," tambahnya.

Baca juga: Foto Satelit Tunjukkan Pangkalan Udara Krimea Rusak Parah, Pesawat Tempur Rusia Hancur

Namun, Faeser bersikeras bahwa foto kontroversial itu menunjukkan bahwa kehidupan sehari-hari kembali ke Kiev.

Baca juga: AS Yakin Rusia Mulai Pelatihan Drone di Iran, Bisa Angkut Rudal Berpemandu Presisi

“Orang-orang pergi berbelanja. Bunga telah ditanam di ruang publik lagi. Orang pergi ke bar, mereka duduk di kafe, mereka melakukan pekerjaan mereka,” jelasnya.

Menteri itu juga menjelaskan keadaan saat foto itu diambil. “Malamnya kami diundang oleh duta besar dan Wali Kota Kiev Vitaly Klitschko, dan pada akhirnya kami memilih minuman yang sama dengannya,” jelasnya.

“Aku tidak akan melakukannya lagi. Karena itu mengungkapkan sesuatu yang tidak pantas ketika Anda berasal dari negara lain,” ujarnya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Foto ini pun ini menuai banyak kecaman dari para pengamat dan oposisi.

Kritikus menunjukkan bahwa Ukraina, yang sekarang berkonflik dengan Rusia, bukanlah tempat liburan atau tempat untuk memposting foto-foto tersenyum. Sekretaris Jenderal CDU (Persatuan Demokrat Kristen), Mario Czaja, bersikeras bahwa foto dengan sampanye “berbicara banyak” tentang anggota Partai Sosial Demokrat (SPD) dalam koalisi pemerintahan Kanselir Olaf Scholz.

Seperti diketahui, pasukan Rusia menarik diri dari daerah sekitar ibukota Ukraina pada akhir Maret dan awal April lalu sebagai “isyarat niat baik” setelah peluncuran pembicaraan damai dengan kepemimpinan Ukraina di Istanbul. Namun, negosiasi sejak itu terhenti, dengan Moskow menuduh Kiev mundur dari kemajuan yang dicapai di Turki.

Sejak mundurnya Rusia, pertempuran terutama difokuskan di wilayah Donbass di tenggara Ukraina, ratusan kilometer dari ibu kota. Namun, Rusia juga telah melakukan beberapa serangan presisi tinggi terhadap sasaran militer di Kiev selama periode ini.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014. Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini