Share

8 Larangan Nggak Masuk Akal di Era Kim Jong Un, Nomor 4 Tidak Boleh Tersenyum

Rina Anggraeni, Okezone · Jum'at 12 Agustus 2022 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 18 2646708 8-larangan-nggak-masuk-akal-di-era-kim-jong-un-nomor-4-tidak-boleh-tersenyum-ghdIFV1DgI.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA-  Korea Utara (Korut) bisa dibilang negara paling aneh di dunia karena sejumlah aturan dan batasan yang aneh serta ketinggalan zaman. Aturan ini bisa mengatur semua aspek kehidupan seseorang, seperti tidak boleh pakai celana jeans hingga melakukan hubungan telepon internasional.

Diketahui sebagai negara yang serba tertutup dan penuh rahasia, Korea Utara terbentuk tepat setelah Perang Dunia II. Sekira 25 juta orang tinggal di negara yang telah diperintah oleh Dinasti Kim sejak 1948

Kim Il-sung adalah pemimpin tertinggi pertama negara itu, sampai dia meninggal pada 1994. Dia digantikan putranya Kim Jong il hingga 2012. Pemimpin Korea Utara saat ini adalah Kim Jong-un yang menggantikan ayahnya dan berkuasa sejak 2013.

Sejak pertama Korea Utara pertama didirikan, keluarga Kim telah menetapkan sejumlah aturan aneh. Aturan-aturan aneh ini masih diterapkan di masa pemerintahan Kim Jong-un.

Diketahui setidaknya terdapat 8 larangan nggak masuk akal di era Kim Jong-un yang menarik untuk dibahas, berikut penjelasannya:

1. Tidak boleh melakukan panggilan telepon internasional

Korut melarang warga melakukan panggilan telepon ke luar negeri. Siapa pun yang ketahuan melakukannya dapat mengakibatkan eksekusi. Pada tahun 2007 seorang pria yang melakukan beberapa panggilan internasional dihukum mati.

2. Tidak boleh tertidur dalam rapat

Pada 2015, menteri pertahanan negara itu dieksekusi di depan umum dengan senjata anti-pesawat karena tertidur dalam salah satu acara yang dihadiri Kim Jong-un, yang dianggap tidak sopan.

3.Dilarang Tersenyum Setiap Tanggal 8 Juli

Presiden terdahulu Korea Utara, Kim Il-sung, meninggal dunia pada 8 Juli 1994. Sejak saat itu, penduduknya tidak diperbolehkan tersenyum dan minum alkohol, khusus di tanggal tersebut. Pemerintah juga melarang masyarakat untuk menari dan berbicara keras. Ancaman hukuman berat menanti warga yang berani melawan. Pemerintah akan mengirim si pelanggar ke kamp kerja paksa, bahkan bisa dibunuh. Sementara itu, warga juga harus sujud di kaki jasad Kim Il-sung yang diawetkan di dalam sebuah peti kaca.

4. Dilarang Punya Gaya Rambut

Sejak 2013, Korea Utara menaruh minat besar pada gaya rambut warganya sebagai cara untuk menerapkan keseragaman.

Ada 18 gaya rambut wanita yang disetujui negara dan 10 opsi untuk pria. Pria harus menjaga panjang rambut mereka kurang dari lima sentimeter.

Wanita yang sudah menikah harus menjaga rambut mereka tetap pendek. Sementara gaya rambut Kim Jong-un tidak diperbolehkan di Korea Utara, karena hanya dia yang boleh memakainya.

5. Dilarang Melipat Koran

Korea Utara masih menerbitkan koran meskipun informasi yang disampaikan tetap dikontrol. Warganya bisa mendapatkan surat kabat tersebut secara rutin namun dilarang keras untuk melipatnya.

Alasannya, ada banyak foto pemimpin negara yang tercetak di koran tersebut sehingga melipatnya adalah perilaku yang tidak sopan. Pemujaan terhadap potret pemimpin tercermin dalam aturan terkait bencana kebakaran. Seluruh warga negara diharuskan mendahulukan menyelamatkan foto pemimpin negara jika terjadi kebakaran, bahkan dibandingkan nyawa keluarganya sendiri.

6. Tak Ada McDonalds

Tidak ada Coca Cola dan McDonalds Korea Utara menerapkan pemerintah komunis sekaligus anti dengan negara barat. Ketidaksukaan ini berlaku pula dalam bisnis sehingga Coca Cola dan McDonalds dilarang masuk ke negara tersebut.

Dua brand ikonik asal Amerika Serikat itu dinilai harus dijauhkan dari warganya sehingga Kim Jong Un menetapkan tidak ada satu restoran dari dua merk tersebut di negaranya.

7. Akses internet sangat dibatasi

Meskipun Korea Utara memiliki internet, kurang dari 1% penduduk yang menggunakannya. Hanya pemimpin politik, mahasiswa di universitas elit dan sangat sedikit orang lain yang memiliki akses ke sana.

Sebaliknya, penduduk setempat menggunakan intranet yang disebut "Kwangmyong". Ada antara 1.000-5.500 situs yang tersedia di dalamnya, namun akses ke situs web internasional dilarang. Terlebih lagi, meskipun akses ke intranet gratis, namun harga komputer di sana mahal. Yakni setara dengan gaji tiga bulan.

8. Tidak boleh keluar dari Korut

Siapa pun yang tinggal di Korea Utara yang ingin liburan ke luar Korut, atau pergi bersama, harus izin ke pemerintah.

Banyak yang berusaha kabur ke negara tetangga Korea Selatan namun selalu berakhir gagal. Korut diketahui sangat sangat militeristik dan penuh dengan ranjau, sehingga hampir tidak mungkin untuk melarikan diri. Kontrol perbatasan di Korut sangat ketat. Siapapun yang ketahuan keluar dari Korut akan dikirim ke kamp kerja paksa atau bahkan dieksekusi.

Ada pula yang mencoba melarikan diri ke China. Tapi jika tertangkap akan segera dikirim kembali karena dianggap imigran llegal.

(RIN)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini