Share

Imbas Perang, Sepertiga Wilayah Ukraina Perlu Dibersihkan dari Ranjau dan Bahan Peledak

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 13 Agustus 2022 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 18 2647278 imbas-perang-sepertiga-wilayah-ukraina-perlu-dibersihkan-dari-ranjau-dan-bahan-peledak-wUAW7gkukU.jpg Beberapa wilayah di Ukraina hancur akibat serangan rudal Rusia (Foto: AP)

KYIV - Sekitar 27 persen wilayah Ukraina perlu dibersihkan dari ranjau dan bahan peledak. Hal ini didasarkan pada perkiraan terbaru oleh kementerian ekologi hampir enam bulan sejak Rusia memulai invasi dan pemboman negara tetangganya itu.

Sejauh ini pihak berwenang Ukraina telah membersihkan lebih dari 620 km persegi tanah yang dipenuhi ribuan bahan peledak, termasuk 2.000 bom yang dijatuhkan dari udara.

Menurut data yang dirilis Layanan Darurat Ukraina, hampir 300.000 km persegi masih dianggap "terkontaminasi". Butuh waktu sekitar satu dekade untuk membuat daerah itu aman.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyetujui bantuan senilai USD89 juta (Rp1,3 triliun) untuk membantu Ukraina melengkapi dan melatih 100 tim untuk membersihkan ranjau darat dan persenjataan yang tidak meledak selama satu tahun.

Baca juga: 11 Roket Hantam Kota Kramatorsk di Donbas, Rumah Hancur dan Rusak

Upaya ranjau terbaru difokuskan di wilayah timur laut Sumy, ketika pihak berwenang Ukraina melakukan ledakan terkendali pada Kamis (11/8/2022) untuk membersihkan ranjau darat.

Baca juga:  PLTN Zaporizhzhia Ukraina Kembali Ditembaki, Ada 10 Serangan Terjadi

Pasukan Rusia menyeberang ke wilayah Sumy tak lama setelah invasi dimulai pada 24 Februari lalu. Rusia mundur setelah gagal merebut ibu kota, Kyiv, dan pasukan Ukraina merebut kembali kendali wilayah itu pada 8 April lalu.

Empat bulan kemudian, para ahli ranjau ranjau menyaring situs yang mereka bersihkan, mencari peluru meriam dan ranjau darat yang belum meledak.

Menteri Dalam Negeri Denys Monastyrskyi mengatakan Sumy adalah salah satu daerah yang paling terkontaminasi di negara itu.

Monastyrskyi mengatakan penghapusan ranjau dari perairan teritorial Ukraina kemungkinan akan memakan waktu lima hingga tujuh tahun.

"Ini adalah jenis ranjau yang paling sulit," katanya.

Para pemerhati lingkungan mengatakan operasi untuk memindahkan perangkat yang tidak meledak dari daratan dan perairan mungkin tidak cukup untuk melindungi ekosistem dan kesehatan manusia.

“Wilayah-wilayah ini tidak hanya dipengaruhi oleh penambangan itu sendiri tetapi juga oleh polusi berat dari ledakan dan roket,” kata Sofiia Sadogurska, pakar iklim di Center for Environmental Initiatives “Ecoaction”.

"Konsekuensi dari polusi semacam itu bisa berlangsung selama beberapa dekade,” ujarnya.

Menurut Kementerian Ekologi dan Sumber Daya Alam, yang memperbarui situs webnya setiap hari, pada Jumat (12/8/2022) lebih dari 175.000 amunisi telah dinetralkan dan area seluas 67.639 hektar telah disurvei.

Kementerian ekologi Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah melakukan 1.655 kasus kejahatan lingkungan sejak dimulainya perang, dengan total kerusakan mencapai USD5,63 miliar (Rp83 triliun).

Moskow menyebut invasi itu sebagai "operasi militer khusus" untuk mendemiliterisasi Ukraina dan menyingkirkannya dari kaum nasionalis yang berbahaya. Ukraina dan sekutunya menganggap ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang agresi yang tidak beralasan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini