Share

PLTN Zaporizhzhia Ukraina Kembali Ditembaki, Ada 10 Serangan Terjadi

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 12 Agustus 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 18 2646604 pltn-zaporizhzhia-ukraina-kembali-ditembaki-ada-10-serangan-terjadi-krlxrtrU4o.jpg PLTN Zaporizhzhia di Ukraina kembali ditembaki (Foto: Reuters)

UKRAINA - Lebih banyak penembakan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia Ukraina telah dilaporkan. Ukraina dan Rusia kembali saling menyalahkan atas serangan itu.

Masing-masing pihak mengatakan ada 10 serangan di  PLTN terbesar di Eropa itu pada Kamis (11/8/2022).

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/8/2022), badan nuklir Ukraina Enerhoatom mengatakan bahwa "penyerbu Rusia kembali menembaki PLTN  Zaporizhzhia dan wilayah di dekat fasilitas nuklir".

Pernyataan itu menyebutkan kantor administrasi di dekat area pengelasan terkena dan beberapa sensor radiasi rusak. Ada api kecil di beberapa rumput di dekatnya, tetapi tidak ada yang terluka.

Baca juga: PLTN Zaporizhzhia Ditembaki Roket, Sekjen PBB Sebut 'Tindakan Bunuh Diri'

Enerhoatom menambahkan bahwa stasiun pemadam kebakaran yang terletak di dekat PLTN juga menjadi sasaran.

Baca juga: Ukraina Tuduh Rusia Gunakan PLTN Zaporizhzhia Sebagai Pangkalan Militer, Ada 500 Tentara Rusia dan Peluncur Roket

Karena penembakan itu, pihaknya tidak mungkin mengganti personel setelah shift mereka, sehingga mereka harus terus bekerja lembur. Tetapi situasinya saat ini terkendali.

Sementara itu, pejabat yang ditempatkan di Rusia mengeluarkan pernyataan yang menuduh Ukraina melakukan penembakan itu.

Mereka mengatakan pasukan Ukraina menggunakan sistem peluncuran roket dan artileri berat. Klaim oleh masing-masing pihak belum diverifikasi secara independen.

Pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan untuk membahas situasi tersebut, Kepala Pengawas Nuklir Rafael Grossi, memperingatkan bahwa itu adalah "saat yang sulit".

Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York City pada Kamis (11/8/2022), Grossi kembali menyerukan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk diizinkan masuk untuk memeriksa pabrik.

"Ini adalah saat yang serius, saat yang genting dan IAEA harus diizinkan untuk melakukan misinya ke Zaporizhzhia secepat mungkin," katanya, dikutip BBC.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga mengatakan hal itu dapat "menyebabkan bencana".

Guterres sebelumnya memperingatkan perjanjian mendesak diperlukan di tingkat teknis tentang batas demiliterisasi yang aman untuk memastikan keamanan daerah tersebut.

Adapun dalam pidato malamnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa hanya penarikan penuh Rusia dari Zaporizhzhia yang menjamin pemulihan keamanan nuklir untuk seluruh Eropa".

Sementara itu, China dan AS sama-sama menyerukan agar para ahli PBB diizinkan untuk segera mengunjungi pabrik tersebut, tetapi tuntutan serupa di masa lalu sejauh ini belum ditindaklanjuti.

Sebelumnya, AS juga menyerukan zona demiliterisasi untuk didirikan di sekitar pabrik.

"Berperang di dekat pabrik nuklir berbahaya dan tidak bertanggung jawab," kata juru bicara departemen luar negeri.

Namun, perwakilan Rusia di PBB mengatakan demiliterisasi bukanlah pilihan, menunjukkan bahwa itu akan membuat pabrik lebih rentan terhadap "provokasi" dan "serangan teror".

Fasilitas dan daerah sekitarnya di Ukraina tengah-timur mengalami penembakan minggu lalu, dengan Rusia dan Ukraina juga saling menuduh atas serangan itu.

Ukraina mengatakan Rusia telah mengubah situs itu menjadi pangkalan militer, meluncurkan serangan dari sana mengetahui bahwa pasukan Ukraina tidak mungkin membalas. Moskow membantah klaim tersebut.

Seperti diektahui, PLTN Zaporizhzhia berada di kota Enerhodar, di tenggara Ukraina di sepanjang tepi kiri Sungai Dnieper (Dnipro dalam bahasa Ukraina).

PLTN ini terdiri atas enam reaktor air bertekanan dan menyimpan limbah radioaktif.

Setelah merebut kompleks itu, Rusia mempertahankan karyawan Ukraina yang bekerja di sana. Sejauh ini, pejabat pengawas nuklir PBB tidak dapat memeriksa PLTN tersebut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini