Share

Ukraina Tuduh Rusia Gunakan PLTN Zaporizhzhia Sebagai Pangkalan Militer, Ada 500 Tentara Rusia dan Peluncur Roket

Susi Susanti, Okezone · Selasa 09 Agustus 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 18 2644602 ukraina-tuduh-rusia-gunakan-pltn-zaporizhzhia-sebagai-pangkalan-militer-ada-500-tentara-rusia-dan-peluncur-roket-oPiqe9WKfg.jpg Ukraina tuduh Rusia gunakan PLTN Zaporizhzhia sebagai pangkalan militer (Foto: Reuters)

UKRAINA - Kepala perusahaan tenaga nuklir Ukraina Petro Kotin menuduh pasukan Rusia yang menduduki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia telah mengubah situs itu menjadi pangkalan militer untuk melancarkan serangan terhadap posisi Ukraina.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa ancaman terhadap PLTN itu "dahsyat", tetapi tetap aman.

Kotin, yang mengepalai Enerhoatom, mengatakan 500 tentara Rusia berada di PLTN, dan bahwa mereka telah menempatkan peluncur roket di daerah tersebut, klaim yang tidak dapat diverifikasi secara independen.

Baca juga:  Tragedi Serangan PLTN Terbesar, Jawaban Putin Tegaskan Itu Ulah Radikal Ukraina

"Mereka [pasukan Rusia] menggunakannya [pembangkit listrik] seperti perisai melawan pasukan Ukraina, karena tak seorang pun dari Ukraina akan melakukan sesuatu," terangnya.

"Angkatan Bersenjata Ukraina tahu bahwa ini adalah personel Ukraina dan ini adalah PLTN Ukraina dan ada orang Ukraina [di sana] jadi kami tidak akan membunuh orang-orang kami, staf kami dan merusak infrastruktur kami,” lanjutnya.

Baca juga: PLTN Zaporizhzhia Sempat Terbakar, Ukraina: Pasokan Energi Tidak Bermasalah

Dia mengatakan staf PLTN pabrik, bekerja di bawah tekanan dan dalam bahaya. Beberapa staf juga telah ditangkap, dipukuli dan disiksa.

Dia mengatakan rencana Rusia adalah memutuskan pembangkit listrik dari jaringan Ukraina dan akhirnya menghubungkannya ke sistem Rusia.

Oleksandr Sayuk, walikota Nikopol, yang duduk di seberang sungai Dnipro, mengatakan kepada BBC pekan lalu bahwa kotanya berada di bawah serangan Rusia "hampir setiap malam", dan bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukan di pusat nuklir.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Ketegangan telah menyebabkan meningkatnya seruan agar inspektur internasional diizinkan mengunjungi situs tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan "setiap serangan [pada] pembangkit nuklir adalah bunuh diri".

Sedangkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan tindakan Rusia sebagai "terorisme nuklir".

"Tidak ada negara seperti itu di dunia yang bisa merasa aman ketika negara teroris menembaki pembangkit nuklir," kata Zelensky dalam pidato malamnya pada Minggu (7/8/2022).

Terkait hal ini, Rusia membantah tuduhan itu dan menyalahkan pasukan Ukraina atas serangan itu. Kementerian pertahanan negara itu mengatakan kabel listrik bertegangan tinggi telah rusak akibat penembakan itu.

Institute for the Study of War, sebuah think-tank yang berbasis di Washington, mengatakan pekan lalu bahwa Rusia menggunakan PLTN itu untuk memainkan ketakutan Barat akan bencana nuklir, kemungkinan dalam upaya untuk menurunkan keinginan Barat untuk memberikan dukungan militer kepada Ukraina.

Seperti diketahui, selama berhari-hari, Ukraina dan Rusia saling menyalahkan atas serangan di situs tersebut, pembangkit nuklir terbesar di Eropa, yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan besar.

Kompleks ini telah berada di bawah pendudukan Rusia sejak awal Maret, meskipun teknisi Ukraina masih mengoperasikannya.

Selama akhir pekan, Ukraina menuduh pasukan Rusia menyerang situs era Soviet, mengatakan dua pekerja dibawa ke rumah sakit dengan luka pecahan peluru dan tiga sensor radiasi telah rusak.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini