Share

Rudapaksa Gadis Remaja yang Mabuk, Pria Ini Dihukum Penjara 8 Tahun dan 6 Cambukan

Susi Susanti, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 18 2648297 rudapaksa-gadis-remaja-yang-mabuk-pria-ini-dihukum-penjara-8-tahun-dan-6-cambukan-x2WC5SK8S9.jpg Ilustrasi rudapaksa (Foto: Reuters)

SINGAPURA - Seorang pria pada Senin (15/8/2022) dijatuhi hukuman penjara delapan tahun  dan enam cambukan karena memperkosa seorang gadis remaja yang mabuk saat pesta ulang tahun.

Rajama Samuel Doctorian Purba, 20, mengaku bersalah atas satu tuduhan pemerkosaan. Dua tuduhan menghina kesopanan korban dan memiliki film cabul juga dipertimbangkan untuk dijatuhi hukuman.

Rajama diketahui sedang mengejar gelar diploma di sebuah sekolah swasta pada saat kejadian itu terjadi pada November 2020.

Baca juga: Kesaksian Mantan Tahanan di Penjara Rusia, Rudapaksa hingga Disiksa Secara Sistematis 

Korban saat itu adalah seorang siswa sekolah menengah berusia 16 tahun. Identitasnya dilindungi oleh perintah pembungkaman.

Dia belum pernah bertemu Rajama sebelum kejadian itu, tetapi memiliki seorang teman yang belajar di tempat yang sama dengan teman serumah Rajama.

 Baca juga: Kisah Anak Hasil Rudapaksa Bantu Ibunya Perjuangkan Keadilan Usai Dirudapaksa 3 Dekade Lalu

Dikutip CNA, mereka berempat berkumpul untuk merayakan ulang tahun teman korban di apartemen Rajama.

Korban awalnya ragu-ragu untuk hadir karena dia tidak mengenal orang lain di pertemuan itu, tetapi setuju karena itu adalah perayaan untuk temannya.

Dia dan temannya tiba di apartemen Rajama sekitar pukul 21.30. Mereka pun bermain permainan kartu dan minum alkohol - termasuk wiski dan soju - yang disediakan Rajama dan teman serumahnya.

Setelah beberapa putaran permainan kartu, korban mulai merasa pusing dan jatuh pingsan.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Dia mengatakan kepada teman-temannya jika dia ingin muntah. Rajama pun menolongnya ke toilet di kamar tidurnya, sementara dua lainnya tetap di ruang tamu.

Setelah di kamar tidur, Rajama mengunci pintu dan membawa korban ke toilet, di mana dia muntah. Rajama membersihkan muntahan itu.

Dia kemudian menyadari bahwa korban telah benar-benar tidak sadarkan diri. Dia mengangkatnya dan meletakkannya di tempat tidurnya, di mana dia menganiaya dan memperkosanya.

Selama penyerangan, korban dalam kondisi tidak sadar. Namun beberapa saat kemudian korban mulai sadar tapi dia tidak bisa melawan atau bergerak karena mabuk.

Dokumen pengadilan menyatakan Rajama berhenti setelah beberapa saat karena dia merasa bersalah.

Dia membetulkan pakaian dan kondisi i korban dan membantunya ke toilet karena dia ingin muntah lagi.

Dia kemudian meninggalkannya di sana dan bergabung kembali dengan yang lain di pesta.

Tak berapa lama kemudian, teman serumah Rajama pergi ke kamar tidur kemudian karena dia ingin menggunakan toilet, dan melihat korban terbaring di lantai toilet.

Dia menjadi marah dan memberitahu Rajama karena tidak menghormati korban dan meninggalkannya dalam kondisi seperti itu. Mereka membaringkan korban di tempat tidur.

Rajama kemudian mengaku kepada temannya bahwa dia berhubungan seks dengan korban karena dia dalam keadaan mabuk.

Mereka pun kembali ke tempat pesat dan melanjutkan minum.

Sekitar pukul 04.00 keesokan harinya, korban meninggalkan apartemen dengan dibantu oleh temannya. Mereka membawa mobil sewaan pribadi ke apartemennya dan korban menceritakan apa yang telah dilakukan Rajama padanya.

Ketika korban kembali ke rumah, dia tidak bisa berhenti memikirkan apa yang telah terjadi. Dia menceritakan hal itu ke mantan pacarnya, dan dibujuk untuk membuat laporan polisi.

Rajama ditangkap di apartemennya pada hari berikutnya dan lima film cabul ditemukan di tangannya.

Korban dinilai menderita tekanan psikologis ringan. Dia mengatakan dia mencoba untuk berjuang selama serangan seksual, tetapi terlalu lemah untuk melawan Rajama.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Kavita Uthrapathy dan Theong Li Han menuntut tujuh sampai 10 tahun penjara dan enam cambukan.

Mereka menyoroti kerentanan korban karena dia masih muda dan sangat mabuk, tetapi juga mengakui usia muda Rajama pada saat itu dan pengakuan awal bersalahnya.

Penasihat pembela Nasser Ismail meminta hukuman penjara yang sedikit lebih pendek yaitu tujuh sampai sembilan tahun, dengan alasan kliennya menyesal dan tidak direncanakan sebelumnya.

Hukuman untuk pemerkosaan adalah hingga 20 tahun penjara dan denda atau cambuk.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini