Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Alasan Mahfud Sebut Kata Menjijikan Dalam Kasus Ferdy Sambo

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Kamis, 18 Agustus 2022 |14:03 WIB
Ini Alasan Mahfud Sebut Kata Menjijikan Dalam Kasus Ferdy Sambo
Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir Yosua/medsos
A
A
A

JAKARTA  - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan penggunaan diksi terkait motif pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

 (Baca juga: Runtutan Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua yang Berujung Ancaman Mati untuk Ferdy Sambo)

Diketahui, Mahfud menyebut kasus pembunuhan Brigadir J diduga bermotif sensitif karena hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa. Hal itu ia sampaikan usai Polri menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka.

"Sebenarnya itu hasil pemeriksaan terhadap mereka-mereka yang tersangka ini. Kata menjijikan maksud saya mereka menjelaskan pada penyidik, pada timsus bagaimana misalnya drama pelecehan itu," kata Mahfud dikutip dalam  YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (18/8/2022).

Mahfud berkata, pelecehan itu merupakan alibi karangan Sambo. Kendati karangan, ia merasa alasan motif dugaan pembunuhan Brigadir J terkesan menjijikan.

"Hanya orang dewasa yang bisa (mendengar penjelasan) itu. Itu karangan tetapi seakan-akan kita melihat film porno lah," terang Mahfud.

"Tetapi sama juga ketika Sambo mengatakan ada upaya perkosaan di Magelang, ya menjijikan lagi ceritanya. Drama-dramanya itu menjijikan," imbuhnya.

Kendati demikian, Mahfud tak ingin menjelaskan detil motif pembunuhan Brigadir J ke publik. Ia lebih memilih menjelaskan bahwa motif telah direkontruksi oleh penyidik.

"Kita enggak cerita (motif menjijikan) itu. Toh itu enggak terlalu penting. Tetapi kata menjijikan itu sebenarnya dalam konteks ceritanya seperti cerita dalam porno yang brutal lah. Sehingga saya bilang begitu, kesaksian begitu. Faktanya saya tidak tahu," terang Mahfud.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement