Share

Purnawirawan TNI Tewas Ditusuk di Lembang

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Kamis 18 Agustus 2022 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 525 2650131 purnawirawan-tni-tewas-ditusuk-di-lembang-u5uVoc8EfO.jpg Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat memberikan keterangan pers terkait penusukan purnawirawan TNI di Lembang. (MNC Portal/Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG - Polda Jawa Barat mengambil alih kasus penusukan terhadap seorang pria yang diketahui purnawirawan anggota TNI oleh pemilik toko di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam peristiwa yang terjadi pada 16 Agustus 2022 sekitar pukul 08.00 WIB itu, korban berinisal MM tewas bersimbah darah usai ditusuk menggunakan pisau dapur oleh pemilik toko berinisial HH di Jalan Adiwarta, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Pada 16 Agustus tersebut, korban pada jam 08.10 WIB memarkirkan kendaraan di depan rumah tersangka. Nah, saat itu, kemudian ada karyawan dari tersangka menegur kepada korban agar tidak parkir di depan pintu masuk," ucap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (18/8/2022).

Namun, ia melanjutkan, teguran tersebut tidak diterima oleh korban. Korban malah marah kepada karyawan pelaku. Mengetahui ada keributan di depan toko yang juga kediamannya itu, tersangka yang tengah memasak nasi goreng di dapur kemudian keluar dan tanpa sadar membawa pisau dapur.

"Saat itu terjadi keributan dan akhirnya melakukan pembelaan terhadap karyawannya. Saat melakukan pembelaan akhirnya diserang oleh korban dengan cara diludahi dan dipukul. Akhirnya terjadilah pukul-pukulan di antara mereka dan akhirnya tersangka melakukan penikaman terhadap korban," tutur Ibrahim.

Usai ditusuk dan bersimbah darah, korban yang tercatat sebagai warga Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung itu sempat lari menuju mobilnya. Namun, korban terjatuh setelah berlari sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

"Akhirnya ditolong oleh warga dan dibawa ke rumah sakit, namun di tengah jalan dinyatakan meninggal dunia," kata Ibrahim.

Disinggung luka tusukan yang diderita korban, Ibrahim menyebutkan, berdasarkan pengamatan visual, terdapat lima lubang tusukan di tubuh korban.

"Jadi ada beberapa lubang waktu pengamatan visual penyidik, ada lima lubang, tapi pada saat ini kan sedang dilakukan autopsi, sehingga kita lebih akurat apabila menyampaikan autopsinya, tapi dari visual ada terdapat lima lubang," ucapnya.

Ibrahim mengatakan, pihaknya menerapkan Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Menurutnya, penerapan pasal tersebut berdasarkan hasil penyidikan terhadap rangkaian kejadian penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Jadi konstruksi kronologis kejadiannya ini diperoleh dari hasil pendalaman terhadap saksi yang ada di TKP saat itu oleh penyidik. Jadi kasusnya murni didapatkan dari kronologis kejadian dan faktanya bahwa memang merupakan penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seseorang," ujarnya.

Ibrahim mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, tersangka awalnya memang tidak berniat membunuh korban, melainkan hanya untuk mengetahui keributan yang terjadi di depan rumahnya.

"Namun, karena timbul kondisi yang dinamis saat itu, sehingga akhirnya terjadi perkelahian antara korban dan tersangka," katanya.

Tak lama setelah peristiwa penusukan terjadi, Ibrahim menambahkan, pihaknya langsung mengamankan tersangka dan menyita sejumlah barang bukti. Selain itu, kasus yang awalnya ditangani Polres Cimahi itu kini diambil alih Polda Jabar.

Pengambilalihan kasus dilakukan menyusul adanya kondisi rawan di masyarakat dengan munculnya provokasi di media sosial bahwa tersangka telah melakukan penganiayaan semena-mena hingga ada provokasi untuk menyerang keluarga tersangka.

"Sehingga kami mengimbau ke masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu yang muncul itu. Untuk mengantisipasi hal itu, kasus yang semula ditangani di Polres Cimahi telah ditarik di Polda (Jabar) dan tersangka akan ditahan di Polda (Jabar)," tutur Ibrahim.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini