Share

Brutal! Geng Motor Mengamuk Acungkan Celurit Besar dan Serang Sopir Angkot

Dharmawan Hadi, iNews · Jum'at 19 Agustus 2022 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 525 2650501 brutal-geng-motor-mengamuk-acungkan-celurit-besar-dan-serang-sopir-angkot-Gz1cfMIwsK.jpg

SUKABUMI- Seorang pengemudi angkutan kota (angkot) jurusan Pasar Pelita-Terminal Sukaraja terluka pada wajahnya akibat pecahan kaca mobil dari lemparan batu yang diduga dilakukan oleh gerombolan geng motor yang terjadi di Pintuhek, Jalan RA Kosasih, Kelurahan Cikole, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (19/8/2022).

 (Baca juga: Ketua Geng Motor di Kabupaten Bandung Jadi Gembong Narkoba, Simpan 3 Kilogram Sabu)

Korban Zakaria (52) warga Kampung Babakan Ranji, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi ketika dirinya sedang mengangkut penumpang membawa sayuran ke Pasar Pelita Kota Sukabumi.

"Saya sedang berjalan pelan, tiba-tiba ada 3 motor yang dikendarai oleh 4 orang menyerang saya. Motor pertama kayanya motor besar kaya NMax, dikendarai oleh satu orang, melemparkan batu yang dibungkus dengan benda keras lainnya dalam satu kantong ke kaca depan mobil sehingga pecah," ujar Zakaria kepada MNC Portal Indonesia.

Lalu motor kedua, lanjut Zakaria, dikendarai satu orang dengan mengacung-acung senjata tajam jenis celurit yang berukuran besar. Dan motor ketiga dikendarai oleh dua orang yang mengikuti 2 motor di depannya. Setelah melakukan aksi penyerangan ketiga motor tersebut kabur ke arah berlawan menuju Ciaul.

"Saya yang mengalami luka sobek pada bagian barang hidung dan mata membuat darah mengucur membasahi muka dan badan, lalu saya diberi tissue oleh pedagang bandros yang berada tepat depan lokasi kejadian, tidak lama ada rekan sesama sopir yang membawa saya ke Bunut (RSUD R Syamsudin SH) dengan angkotnya dan angkot saya ditinggal di lokasi kejadian," tambah Zakaria.

Lebih lanjut Zakaria mengatakan bahwa dirinya mendapatkan pengobatan dengan dicuci pada bagian lukanya dan lalu diperban oleh petugas medis.

Setelah itu ia mengambil mobilnya di lokasi kejadian penyerangan geng motor, dan pulang ke rumahnya di Kebonpedes. Dikatakannya, kejadian tersebut membuat syok keluarganya.

Sementara itu Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandi mengakui bahwa korban merupakan warganya dan dirinya mendapatkan kabar adanya penyerangan tersebut dari istri korban yang menghubunginya lewat aplikasi perpesanan. Setelah mendapat laporan lalu mendatangi rumah korban.

"Ketika saya lihat lukanya parah, lalu saya bawa kembali ke puskesmas untuk dilakukan pengobatan kembali dengan menjahit luka yang sobek, namun korban tidak mau akhirnya hanya tindakan buka perban dan pembersihan darah yang ada pada lukanya," ujar Dadan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini