Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Indeks Kepercayaan Polri Anjlok Buntut Ferdy Sambo, DPR: Harus Diubah!

Widya Michella , Jurnalis-Rabu, 24 Agustus 2022 |13:20 WIB
Indeks Kepercayaan Polri Anjlok Buntut Ferdy Sambo, DPR: Harus Diubah!
Ferdy Sambo/ Antara
A
A
A

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Golkar, Adies Kadir menyayangkan adanya kasus terbunuhnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di rumah dinasnya.

(Baca juga: Anaknya Dilindungi Negara, Ferdy Sambo Terharu hingga Meneteskan Air Mata)

Pasalnya, kasus tersebut menurunkan indeks kepercayaan Polri. Dia menyebut sebelumnya indeks kepercayaan Polri pada Januari 2022 masih berada diangka 80% kini turun drastis menjadi 50%.

“Pada 24 Januari 2022 kami memuji dan memberikan apresiasi luar biasa kepada Polri yang saat itu indeks kepercayaan masyarakat tertinggi di antara lembaga hukum lainnya kita tahu saat itu hampir 80% indeks kepercayaan masyarakat terhadap Polri,""tutur Adies dalam RDP bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Rabu,(24/08/2022).

"Tetapi dengan adanya kasus ini kita tahu bahwa indeks kepercayaan terhadap Polri turun di bawah 50% ini menjadi pertanyaan," sambungnya.

Selain kasus-kasus Ferdy Sambo, penurunan ini juga kata Adies dikarenakan perilaku dan juga gaya hidup Polri. Dia mengatakan jajaran Kapolri ke bawah sudah seperti bak "Raja-Raja Kecil" di daerah masing-masing.

"Kalau kita lihat tingkat bawah Kapolres sudah seperti raja-raja kecil kadang-kadang Komisi III telepon tidak diangkat, WA tidak dibalas. Perilaku-perilaku seperti ini sudah memperlihatkan bahwa barusan jadi Kapolres, Dir sudah susah sekali, perilakunya sudah luar biasa seperti halnya didaerah,"kata Adies.

Dirinya pun sempat menyinggung gaya hidup polisi saat ini yang terkesan cukup mewah. Tak jarang para istri sang polisi pun turut membagikan kemewahan nya melalui akun media sosial.

"Kita lihat juga perilaku istri-istrinya itu pakai tas hermes. Tetapi gaya hidupnya tidak usah diupload-upload sehingga membuat masyarakat nyinyir dan berpikir "oh ternyata begini Polri" padahal tidak begitu bapak Sigit, Gatot, Agus, Anang, Kami kenal lama dan biasa-bisa saja,"tutur dia.

Dengan demikian Adies meminta kepada Kapolri untuk merubah hal tersebut guna memperlihatkan kekompakan institusi Kapolri di mata publik.

"Ini yang harus diubah tentunya perlihatkanlah kekompakan satu institusi agar tidak terkesan terpecah belah di dalam institusi polri tersebut semakin polik ini solid semakin kuat. Masyarakat juga melihat bahwa inilah Polri kita, jangan sampai terpecah belah yang akan membuat institusi dikhawatirkan akan semakin terpuruk,"pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement