Share

Guru Trading Indra Kenz Didakwa Pasal Berlapis, Salah Satunya Pencucian Uang

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 24 Agustus 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 24 608 2653575 guru-trading-indra-kenz-didakwa-pasal-berlapis-salah-satunya-pencucian-uang-YXcR8FdVqg.jpg Fakarich dan Indra Kenz (Foto: Tangkapan layar media sosial)

MEDAN - Fakar Suhartami Pratama, terdakwa kasus dugaan investasi bodong Binomo di Medan mulai menjalani persidangan. Persidangan pemuda yang menamai dirinya 'Fakarich' itu digelar di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri Medan pada Selasa, 22 Agustus 2022 kemarin.

Fakar yang merupakan guru trading 'Crazy Rich Medan' Indra Kesuma alias Indra Kenz itu didakwa dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 45 Ayat (2) juncto (jo) Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

BACA JUGA:PN Tangerang Jatuhkan Putusan Sela, Eksepsi Indra Kenz Ditolak Seluruhnya 

Kemudian, Pasal 45 A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Serta Pasal 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Iya benar, semalam sudah dibacakan dakwaannya saat sidang online dari Pengadilan Negeri Medan," kata JPU dari Chandra Priono Nambah dari Kejaksaan Negeri Medan, Rabu (24/8/2022).

Sidang kata Chandra, akan kembali dilaksanakan pada Selasa, 30 Agustus 2022 mendatang. Agenda sidang selanjutnya adalah pemeriksaan saksi.

"Langsung ke pemeriksaan saksi," kata Chandra.

BACA JUGA:Jaksa Tolak Eksepsi Indra Kenz 

Dalam dakwaannya, Jaksa menyebut perkara yang menyeret Fakar itu bermula sekitar awal tahun 2019 lalu. Saat itu, Fakar membuat konten video terkait mempromosikan Binomo. Di mana, dari konten itu dia mendapat bayaran antara Rp20 juta-Rp30 juta.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Selain itu, terdakwa juga membuat konten video Binomo lainnya yang diunggah di laman pribadinya dan di sejumlah media sosial. Konten itu kemudian membuat orang menjadi tertarik untuk bermain Binomo dan belajar mengikuti kursus trading Binomo yang diajarkan Fakar.

Untuk mempermudah orang mengakses aplikasi Binomo tersebut, selanjutnya Fakar mendaftar sebagai afiliator di Binomo. Setiap orang yang mau mengikuti kelas tradingnya, Fakar juga menarik sejumlah uang.

Selanjutnya, orang yang telah terdaftar dalam kelas kursus tradingnya, dimintai nomor handphone masing-masing untuk dimasukkan ke dalam grup Telegram yang dikelola terdakwa. Sehingga terdakwa dengan mudah untuk memotivasi dan memberikan tutorial agar bisa berhasil menebak nilai yang terdapat di dalam permainan Binomo akan naik atau turun.

Namun, sekalipun para peserta kursus trading yang diselenggarakan terdakwa tersebut telah mengikuti tutorial yang diajarkan terdakwa pada saat bermain Binomo, tetap lebih banyak mengalami kekalahan dalam bermain Binomo.

Selain itu, Fakar juga mengirimkan konten video maupun konten audio ke grup telegram Fakartrading Binomo, adapun isi konten tersebut seputar tips dan motivasi menang trading Binomo. Pemain yang ingin bermain Binomo tersebut harus menyetorkan sejumlah uang minimal Rp140.000.

Dalam bermain Binomo, pemain dihadapkan pada dua pilihan. Kemudian, hanya menebak harga suatu instrumen keuangan akan mengalami kenaikan atau penurunan dalam waktu tertentu.

Apabila tebakannya benar, akan mendapatkan keuntungan yang besarnya tidak sampai 100% dari jumlah uang pasangan yang dipasang. Namun, apabila tebakannya salah, maka pemain akan menderita kerugian sebesar 100% dari jumlah uang pasangan.

Fakar memanfaatkan tingkat literasi keuangan dan trading yang rendah dari masyarakat serta memberikan harapan palsu akan menjadi kaya secara instan seolah-olah para korban sedang trading. Padahal Fakar mengetahui Binomo tidak mempunyai izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Sehingga pemain tanpa sadar mempertaruhkan uangnya secara untung-untungan pada permainan Binomo.

Atas keikutsertaan para saksi korban sebagai member, pada permainan Binomo tersebut telah membuat Fakar selaku afiliator mendapatkan keuntungan. Baik pada saat para pemain mengalami kemenangan maupun pada saat para pemain mengalami kekalahan.

Fakar pernah melakukan penarikan keuntungan itu untuk periode September 2020 sampai dengan Desember 2021 kurang lebih sejumlah Rp80 juta.

Mekanisme dalam Binomo sebagai Binary Option tidak termasuk dalam kegiatan usaha di bidang Perdagangan Berjangka dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan. Bahkan sejak tahun 2019 lalu, Bappebti telah melakukan pengawasan dan pengamatan secara online terhadap Binomo.

Berdasarkan hasil pengawasan, pengamatan dan analisis yang dilakukan Bappebti, model aplikasi Binary Option termasuk Binomo merupakan penawaran investasi berkedok Perdagangan Berjangka Komoditi serta tidak terdapat izin usaha.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini