JAKARTA – Gelombang simpati dan bantuan kemanusiaan untuk Ukraina di tengah konflik bersenjata dengan Rusia terus mengalir dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Presiden Joko Widodo bahkan bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam upaya menjembatani perdamaian antara kedua negara.
Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin mengatakan bahwa dukungan untuk negaranya dari Indonesia sangat berharga dan tak dapat diukur dengan materi. Hamianin mengatakan bahwa Ukraina dan Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang kuat, kesamaan kepentingan, dan goresan sejarah kemerdekaan yang mirip pada masa perjuangan dulu.
Berbicara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ukraina ke-31 di Jakarta, Hamianin mengatakan bahwa negaranya juga memiliki cita-cita seperti Indonesia.
“Sama seperti Indonesia, kami ingin menjadi negara yang merdeka, berdaulat, maju, dan sejahtera,” ujarnya pada Rabu, (24/8/2022).
“Kami merdeka selama 31 tahun. Bagi saya, ini bukan hanya simbol kemerdekaan, tapi juga simbol bahwa kami kini menjadi lebih dewasa.”
BACA JUGA: Zelensky: Ukraina Akan Rebut Kembali Krimea dengan Cara Apapun
Ukraina saat ini menghadapi tantangan dari aksi militer Rusia yang telah berlangsung sejak 24 Februari lalu. Enam bulan telah berlalu sejak dimulainya serangan pertama Rusia, namun pertempuran masih berkecamuk di wilayah timur dan selatan Ukraina.
Sekalipun pertempuran terjadi jauh dari Ibu Kota Kiev, menurut Hamianin, pemerintah pusat Ukraina tetap mengambil sikap siaga dan tidak melakukan perayaan kemerdekaan di tempat terbuka. Gedung pemerintah dan publik yang biasanya menjadi pusat pesta juga ditutup untuk mengantisipasi skenario terburuk.