Share

Taiwan Bersumpah Lakukan Serangan Balasan jika Militer China Masuki Wilayahnya

Susi Susanti, Okezone · Rabu 31 Agustus 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 31 18 2658115 taiwan-bersumpah-lakukan-serangan-balasan-jika-militer-china-masuki-wilayahnya-QyPCwU7YWP.JPG Taiwan bersumpah akan melakukan serangan balasan jika militer China masuk ke wilayahnya (Foto: Antara/Reuters)

TAIPEI - Taiwan pada Rabu (31/8/2022) mengatakan akan menggunakan haknya untuk membela diri dan melakukan serangan balasan jika militer China memasuki wilayahnya.

Pernyataan itu dikeluarkan Taiwan setelah China meningkatkan aktivitas militernya di dekat pulau tersebut.

"Kepada pesawat dan kapal yang memasuki wilayah perairan dan udara kami sejauh 12 mil laut, tentara nasional akan menggunakan hak untuk membela diri dan menyerang balik tanpa pengecualian," kata Lin Wen-Huang, wakil kepala staf umum operasi dan perencanaan, dalam konferensi pers, dikutip Antara.

Baca juga: 2 Kapal Perang AS Berlayar Melewati Selat Taiwan, Lakukan Transit Rutin

Diketahui, Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari China, telah menggelar latihan perang di sekitar pulau itu bulan ini sebagai reaksi atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei.

Baca juga: Dukung Kemerdekaan, China Jatuhkan Sanksi ke 7 Pejabat Taiwan

Para pejabat pertahanan Taiwan mengatakan patroli militer China dengan "intensitas tinggi" terus berlangsung.

Mereka juga mengatakan bahwa niat Beijing untuk menjadikan Selat Taiwan, yang memisahkan kedua pihak, sebagai "laut sebelah dalam" China akan menjadi sumber ketidakstabilan di kawasan itu.

Taiwan bulan ini mengusulkan kenaikan anggaran pertahanan sebesar dua digit, di antaranya untuk membeli jet tempur baru.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Usulan itu dibuat beberapa pekan setelah China menggelar latihan yang mencakup penembakan rudal di atas Ibu Kota Taipei.

Angkatan Bersenjata Taiwan memiliki peralatan militer yang lengkap, tetapi kuantitasnya kalah jauh dengan China.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah melakukan program modernisasi dan memprioritaskan belanja pertahanan.

Taipei juga menolak klaim kedaulatan Beijing atas Taiwan dengan mengatakan bahwa Republik Rakyat China tidak pernah memerintah di pulau itu dan hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Sementara itu, China tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk merebut kendali atas Taiwan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini