Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kritisi Teknologi Usang, Menteri Jepang Nyatakan 'Perang' Lawan Disket

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 02 September 2022 |12:49 WIB
Kritisi Teknologi Usang, Menteri Jepang Nyatakan 'Perang' Lawan Disket
Menteri Jepang nyatakan 'perang' melawan teknologi lawas termasuk disket (Foto: AP)
A
A
A

JEPANG - Menteri digital Jepang Taro Kono telah "menyatakan perang" pada floppy disk atau disket dan teknologi retro lainnya yang digunakan oleh birokrat negara itu.

Dia mengatakan sekitar 1.900 prosedur pemerintah masih mengharuskan bisnis untuk menggunakan perangkat penyimpanan, ditambah CD dan mini-disc.

Dia mengatakan peraturan akan diperbarui untuk memungkinkan orang menggunakan layanan online.

Selama konferensi pers pada Selasa (30/8/2022), Kono juga mengkritik penggunaan teknologi usang lainnya di negara itu.

"Saya ingin menyingkirkan mesin faks, dan saya masih berencana untuk melakukannya," katanya, dikutip BBC.

Baca juga: Disket dengan Tanda Tangan Steve Jobs Dijual Rp105 Jutaan

Beralih ke perangkat penyimpanan, dia bertanya: "Di mana orang membeli floppy disk hari ini?"

Baca juga: Lembaga Ini Masih Gunakan Disket untuk Menyimpan Data

Terlepas dari reputasinya untuk gadget berteknologi tinggi yang inovatif, Jepang terkenal karena berpegang teguh pada teknologi yang ketinggalan zaman melalui budaya kantornya.

Floppy disk - disebut demikian karena produk aslinya dapat ditekuk - dibuat pada akhir 1960-an, tetapi mulai ketinggalan zaman tiga dekade kemudian berkat solusi penyimpanan yang lebih efisien.

Lebih dari 20.000 disk biasa akan diperlukan untuk mereplikasi memory stick rata-rata yang menyimpan 32GB informasi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement